Tak Punya KIS dan Dipaksa Pulang dari RS, PSR Bantu Bocah Korban Luka Bakar di Singaraja

David menderita luka bakar di sekujur tubuhnya dan dipaksa pulang akibat tidak memiliki biaya berobat dan tak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Istimewa
Tim dan relawan PSR yang ada di Buleleng, mereka berkesempatan menyambangi Kadek David Rai bocah malang asal Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, Singaraja. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Nasib malang menimpa Kadek David Rai.

David menderita luka bakar di sekujur tubuhnya dan dipaksa pulang akibat tidak memiliki biaya berobat dan tak memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Nasib malang yang menimpa Kadek David Rai tersebut mengetuk hati banyak pihak, salah satunya Anggota DPR RI Dapil Bali Fraksi Demokrat, Putu Supadma Rudiana alias PSR.

Bahkan, melalui tim dan relawannya yang ada di Buleleng, Bali, mereka berkesempatan menyambangi bocah malang asal Desa Anturan, Kecamatan Buleleng, Bali, tersebut.

Kepada awak media, Ia mengaku mengetahui terkait penderitaan yang dialami oleh bocah tersebut melalui salah satu postingan di media sosial yaitu Facebook.

Lensa Kontak Berwarna Luntur Viral, Bagaimana Cara Pemakaian yang Aman?

Ramalan Zodiak 1 Juni 2020, Virgo Akan Berada dalam Suasana Hati yang Termenung, Bagaimana Zodiakmu?

Ramalan Shio 31 Mei 2020, Olahraga Bisa Menjadi Obat Terbaik untuk Shio Kelinci, Bagaimana Shiomu ?

PSR juga menyampaikan rasa keprihatinannya terhadap penderitaan yang dialami bocah malang tersebut.

Apalagi, kedua orangtua Kadek David Rai merupakan keluarga yang tergolong dalam ora sejahtera dan tidak memiliki KIS, sehingga praktis orangtuanya mengeluarkan biaya sendiri untuk pengobatan buah hatinya.

“Saya sangat prihatin dengan dialami bocah itu. Karena itu saya minta tim untuk mengunjunginya, melihat langsung kondisi bocah itu. Saya tahu penderitaan bocah itu dari postingan di fb,” terangnya, Minggu (31/5/2020).

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau kepada para orangtua agar selalu menjaga anak sehingga terhindar dari bahaya dan gangguan.

Pasalnya, anak-anak usia balita sangat perlu pendampingan dan pengawasan.

Pun juga, lingkungan sekitar perlu memberikan perlindungan kepada anak-anak agar dapat mengindari hal-hal yang tidak diinginkan dan membahayakan keselamatan anak.

Anggota Komisi VI DPR RI ini juga berharap peran aktif dari pemerintah daerah ataupun pemerintah desa dalam membantu keluarga-keluarga prasejahtera dalam mengurus KIS.

Hal ini menurutnya dapat mencegah adanya nasib serupa yang seperti dialami oleh bocah malang tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, PSR melalui timnya di Singaraja memberikan bantuan lima paket sembako seharga perpaket Rp 100 ribu dan membantu biaya pengobatan Rp 1 juta.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh kedua orangtua bocah malang tersebut. (*).

Penulis: Ragil Armando
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved