Corona di Bali
Hasil Swab Diketahui Pasca Pemakaman, Anak SD Meninggal Diduga DBD Ternyata Positif Covid-19
Seorang anak, GALP, berusia 12 tahun yang meninggal dunia, membuat masyarakat di Desa Seronggo, Gianyar, Bali panik, Senin (1/6/2020).
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Hal itu dilakukan karena saat itu hasil swab belum keluar.
Namun entah karena alasan apa, kata dia, pihak keluarga lantas memakamkan pasien pada 31 Mei 2020.
Namun saat itu pihak keluarga tidak melakukan prosesi memandikan jenazah, karena mereka curiga atas kematian yang begitu cepat.
Saat memakamkanpun, pihak keluarga tidak melibatkan banyak orang.
Keesokan hari setelah dimakamkan, Dinkes Gianyar menerima laporan hasil swab anak itu positif covid-19.
Selanjutnya tim surveilans melakukan tracking kontak pasien, termasuk ke rumah sakit swasta yang sempat menanganinya.
"Kami juga datangi rumah keluarnya di Batubulan, tetapi yang bersangkutan katanya ada di Seronggo,” ujar Wisnu.
• Desa Adat Tegaltamu, Batubulan Bagikan 372 Paket Sembako Tahap 2 pada Krama
• Oknum Pendatang Tak Penuhi Syarat Masuk Bali, Pacalang Mengaku Kecewa
Kata dia, saat ini Satgas Gotong Royong Desa Seronggo sudah menyarankan pihak keluarga yang sempat kontak, agar melakukan isolasi mandiri.
Sementara terkait tindakan lebih lanjut, Wisnu mengatakan, Selasa (2/6/2020) pukul 09.00 Wita, akan melakukan test swab terhadap pihak yang sempat kontak dekat, yakni sebanyak empat orang atau orangtua, adik dan tante yang selama ini menjaga pasien saat menjali penanganan medis.
“Untuk keluarga dan kerabat yang terlibat dalam prosesi pemakaman, kami masih lakukan pendataan untuk dilakukan rapid test. Pihak yang sempat kontak sudah disarankan isolasi mandiri, dan akan dilakukan penyemprotan disinfektan yang disiapkan oleh Camat Gianyar,” tandasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-19-hubungan-vitamin-d-dan-kematian.jpg)