Corona di Bali

Hasil Swab Diketahui Pasca Pemakaman, Anak SD Meninggal Diduga DBD Ternyata Positif Covid-19

Seorang anak, GALP, berusia 12 tahun yang meninggal dunia, membuat masyarakat di Desa Seronggo, Gianyar, Bali panik, Senin (1/6/2020).

Pixabay
Ilustrasi covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Seorang anak, GALP, berusia 12 tahun yang meninggal dunia, membuat masyarakat di Desa Seronggo, Gianyar panik, Senin (1/6/2020).

Sebab, awalnya bocah malang tersebut diduga meninggal karena Demam Berdarah Dengue (DBD) di RSUP Sanglah.

Namun hasil test swab yang dilakukan pihak rumah sakit justru menunjukkan hasil positif covid-19.

Kepanikan ini terjadi lantaran hasil swab tersebut baru keluar setelah anak itu dimakamkan sesuai prosesi Hindu di Bali.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, Senin (1/6/2020) petang membenarkan seorang anak di Banjar Seronggo Kelod, Desa Seronggo, Gianyar meninggal dunia, dengan hasil swab positif covid-19.

Ditangkap Saat Akan Menempel Sabu dan Ekstasi, Kasus Vincent Kini Dilimpahkan 

Ini Sosok Inspirasi Wonderkid Bali United

76 Orang dari Banjar Pemeregan Denpasar Dites Rapid, Ini Hasilnya

Namun pihaknya belum bisa memastikan anak tersebut meninggal karena virus corona atau DBD.

“Ya, benar seorang anak meninggal, awalnya dibawa ke rumah sakit swasta didiagnosis DBD, tapi uji swabnya menyatakan positif covid-19,” ujarnya.

Kepada wartawan, Wisnu mengungkapkan kronologis kematian pasien secara detil.

Kata dia, korban dalam kesehariannya tinggal di Jalan Dewi Sri Batubulan, Kecamatan Sukawati, Gianyar bersama ayahnya yang bekerja sebagai satpam di salah satu bank di Batubulan, dan ibunya yang hanya ibu rumah tangga, serta seorang adiknya yang masih balita.

Masih Ada Banjir di Kota Denpasar, Pemkot: Masih Banyak Masyarakat Buang Sampah di Saluran Air

Kasus Positif Covid-19 Naik 467 Orang, Sebanyak 15 Provinsi Tak Laporkan Penambahan Kasus

Satgas Advokasi Covid-19 Golkar Sebut Persoalan BLT dan PHK Jadi Laporan Terbanyak yang Masuk

Pada 24 Mei 2020, kata Wisnu, anak tersebut sempat dirawat di rumah selama dua hari, dengan gejala demam, mual, muntah, malgia, dan nyeri menelan.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved