Corona di Indonesia

Bupati Melawi Positif Corona, Diduga Tertular Menantunya, "Doakan Kami, Semoga Kami Cepat Sembuh"

Menantu kami Candra Dewi bekerja di RSUD Melawi. Dia pernah izin cuti melahirkan ke Jakarta pada November 2019 dan kembali ke Melawi Februari 2010

Editor: Kambali
istimewa
Bupati Kabupaten Melawi Kalimantan Barat, Panji 

TRIBUN-BALI.COM, PONTIANAK - Bupati Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Panji mengaku positif Covid-19 berdasarkan hasil uji laboratorium yang keluar Senin (1/6/2020).

Pengakuan tersebut dia sampaikan melalui video berdurasi 13 menit 17 detik yang dibagikan Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson, Selasa (2/6/2020) pagi.

Menurut dia, yang pertama kali diumumkan positif Covid-19 adalah menantunya pada Sabtu (24/5/2020) silam.

"Menantu kami Candra Dewi bekerja di RSUD Melawi. Dia pernah izin cuti melahirkan ke Jakarta pada November 2019 dan kembali ke Melawi Februari 2010," kata Panji.

Satgas Covid-19 Kelurahan Pemecutan Sosialisasi melalui Media Seni Bondres

Dia melanjutkan, menantunya itu kembali bekerja pada 1 April 2020.

Namun, pada Senin (18/5/2020), Dewi mulai demam dan saat diuji rapid test hasilnya reaktif. Sehingga dilanjutkan dengan pengambilan sampel lendir tenggorokan.

"Sabtu kemarin hasil swab-nya keluar dan dinyatakan positif Covid-19," ungkap Panji.

Diberitakan, Panji bersama lima anggota keluarga dinyatakan positif Covid-19.

Mereka adalah istri, ibu mertua, ketiga anaknya dan dirinya sendiri.

“Doakan kami, semoga kami cepat sembuh. Dan atas doa Bapak-Ibu semua kami ucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya,” ujar Panji.

Positif Corona di Indonesia Didominasi Usia 31-45 Tahun, Lebih Banyak Laki-laki Dibanding Perempuan

Panji menjelaskan, mereka kini tengah diisolasi ketat di rumah dengan pengawasan tim medis sesuai standar penanganan Covid-19.

"Kami masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG). Dan telah menyerahkan kepada tim dokter untuk langkah selanjutnya,” ungkap Panji.

Menurut Panji, apa yang terjadi saat ini, merupakan risiko sebagai pelayan masyarakat dan bukan sebuah aib.

“Kami menyadari inilah konsekuensi atau risiko dari sebuah pekerjaan pelayanan kepada masyarakat yang kami emban. kami dapat menerimanya dengan harapan dan percaya kepada Tuhan,” ungkap Panji.

Dia berharap seluruh masyarakat Melawi tidak mengalami nasib yang sama.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved