Corona di Bali
Pulang dari Banyuwangi, Satu Keluarga di Pemecutan Kaja Denpasar Dikarantina
Satu keluarga yang tinggal di Jalan Gunung Agung Gang 2B, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar dikarantina.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Satu keluarga yang tinggal di Jalan Gunung Agung Gang 2B, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar dikarantina.
Ia dikarantina di salah satu hotel di Denpasar setelah pulang dari Banyuwangi, Jawa Timur.
Satu keluarga yang baru tiba di Denpasar dan tinggal di rumah kos-kosan di Gang 2B, membuat was-was warga sekitar karena satu keluarga ini sering hilir mudik di luar kos-kosan.
Karenanya, warga sekitar pun melaporkan keberadaan satu keluarga yang baru pulang dari Banyuwangi ini ke kelihan adat dan kelihan dinas dan Posko Induk Satgas Gotong Royong Covid-19 Desa Pemecutan Kaja.
Satu keluarga yang terdiri dari bapak, ibu, dan empat orang anaknya juga akan menjalani test swab, Selasa (2/6/2020) sore.
• Masuki Era New Normal, Ramayana Terapkan SOP untuk Pusat Perbelanjaan
• Pasien Dirawat di Puskesmas Denpasar Barat Positif Covid-19, 23 Staf Dikarantina, Pelayanan Dibatasi
• Pemerintah Batalkan Pemberangkatan Jemaah Haji 2020, Begini Penjelasan Menteri Agama Fachrul Razi
''Awalnya ada laporan dari kelihan adat dan kelihan dinas bahwa ada warga yang baru datang dari Banyuwangi. Memang satu keluarga, di mana suami dan istrinya membawa hasil rapid test negatif. Sedangkan keempat anaknya tidak membawa hasil rapid test."
"Karena itu, kelihan adat dan kelihan dinas merasa khawatir dan menyerahkan kembali ke posko induk. Kita di posko induk memutuskan satu keluarga ini untuk melakukan isolasi mandiri,'' kata Kasi Pelayanan Desa Pemecutan Kaja, Nyoman Juli Darmayanti, yang juga Relawan Posko Induk Desa Pemecutan Kaja, Selasa (2/6/2020).
Namun, saat menjalani isolasi mandiri, keluarga ini tak disiplin, karena masih keluar dari kediamannya.
Sementara Kepala Kewilayahan Banjar Tulangampiang, Desa Pemecutan Kaja, I Wayan Sudirga, menyatakan warga ini menjemput istrinya yang mudik ke Banyuwangi.
Sang suami ke Banyuwangi pada 27 Mei 2020.
Pada 29 Mei 2020 satu keluarga ini tiba di Denpasar.
• Widi Mulia Mengaku Tak Tahu Kapan Suaminya Mengonsumsi Ganja, Dwi Sasono Ingin Sembuh
• BREAKING NEWS Masih Dilanda Covid-19, Pemerintah Resmi Batalkan Pemberangkatan Ibadah Haji 2020
• Hasil Autopsi Independen Terungkap, Kematian George Floyd Karena Tak Bisa Bernapas
Bapak, ibunya membawa hasil rapid test, sementara empat anaknya tak membawa hasil rapid test.
“Dengan adanya kedatangan dari Banyuwangi, masyarakat yang ada di Gang 2B menjadi resah dan dilaporkan kepada kami sebagai kepala kewilayahan dan Kelihan Adat Banjar Gerenceng. Karena kebetulan warga ini merupakan warga adat Gerenceng,'' katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/satu-keluarga-yang-dijemput-satgas-gotong-royong-desa-pemecutan-kaja.jpg)