Sponsored Content

Webinar Menyongsong Normalitas Kehidupan yang Baru Pasca Pandemi Covid-19, Ini Kesimpulannya

Webinar Menyongsong Normalitas Kehidupan Yang Baru Pasca Pandemi Covid-19, Pelonggaran Aktivitas Ditentukan Pemetaan Wilayah dan Pengendalian Kasus

Istimewa
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung I Wayan Suambara 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Webinar yang bertajuk "Menyongsong Normalitas Kehidupan Yang Baru Pasca Pandemi Covid-19" telah berhasil diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung melalui Badan Penelitian dan Pengembangan pada hari Rabu (27/5/2020) lalu.

Webinar yang juga diikuti oleh beberapa Duta besar Republik Indonesia, diantaranya Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Thailand Ahmad Rusdi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia dan Merangkap Republik Vanuatu Yohanes Kristiarto Soeryo Legowo dan Duta Besar Indonesia untuk Zimbabwe Merangkap Republik Zambia Dewa M Juniarta Sastrawan serta Minister Counselor Fungsi Sosial Budaya pada Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok Arianto Surojo.

Dalam hal tersebut mereka pun ikut menyampaikan pandangannya, dengan menghasilkan beberapa kesimpulan dan rekomendasi persiapan pelaksanaan "Budaya Hidup Baru" di Kabupaten Badung, Bali.

Salah satu kesimpulan penting yang dihasilkan adalah pembukaan/pelonggaran berbagai aktivitas kegiatan masyarakat sangat ditentukan oleh hasil pemetaan wilayah dan kemampuan daerah dalam pengendalian kasus.

Serta mempergunakan istilah Budaya Hidup Baru sebagai penyebutan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat untuk menyesuaikan diri akibat adanya pandemi Covid-19.

Jawaban Soal SD Kelas 4-6 Belajar dari Rumah TVRI, 3 Juni 2020: Sejarah Berdirinya Museum Nasional

Transmisi Lokal di Desa Werdi Bhuwana Tinggi, Pemkab Badung Akui Masih Kaji untuk Karantina Wilayah

CCTV di Gedung Sewaka Dharma Lumintang Denpasar Mati, Helm Wartawan Raib

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Badung I Wayan Suambara, Selasa (2/6/2020) mengatakan, melalui webinar tersebut pada prinsipnya sebagian besar masyarakat menghendaki agar aktivitas perekonomian dapat segera dibuka.

Oleh karena itu Bali harus menyiapkan diri untuk menyongsong New Normal melalui dua pendekatan yaitu pendekatan spiritual dan pendekatan material, sebelum Bali memutuskan membuka kembali Pariwisata Bali.

Suambara mengatakan, terdapat beberapa kesimpulan dari webinar tersebut diantaranya, pertama, protokol kesehatan merupakan persyaratan mutlak yang harus dipenuhi dan ditaati oleh semua warga masyarakat di seluruh tempat masyarakat beraktivitas.

Kedua, deteksi dini, pencegahan dan penanganan kasus Covid-19 sangat ditentukan oleh disiplin masyarakat dan peranan pemerintah lokal (pemerintah daerah).

Ketiga, pembukaan/pelonggaran berbagai aktivitas kegiatan masyarakat sangat ditentukan oleh hasil pemetaan wilayah dan kemampuan daerah dalam pengendalian kasus.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved