PPDB 2020

Patuhi Protokol Kesehatan Saat PPDB,Kepala Sekolah SD Diminta Daftarkan Peserta Didik ke Jenjang SMP

Ini dilakukan agar protokol penanganan Covid-19 seperti sosial distancing tetap terlaksana, selama proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB)

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Plt Disdikpora Buleleng, Made Astika 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dalam masa Pandemi Covid-19 ini, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng mengimbau kepada masing-masing satuan pendidikan (Kepala Sekolah) untuk mendaftarkan peserta didiknya ke jenjang lebih tinggi.

 Ini dilakukan agar protokol penanganan Covid-19 seperti sosial distancing tetap terlaksana, selama proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021.

Ditemui seusai menghadiri audiensi dengan Ketua DPRD Buleleng, Plt Disdikpora Buleleng, Made Astika mengatakan, dalam proses PPDB tahun ini, mengacu pada Permendikbud Nomor 44 tahun 2020, dan akan segera disosialisasikan kepada masyarakat dan masing-masing satuan pendidikan.

Dimana, dalam Permendikbud itu, ada empat jalur PPDB yang disipakan, yakni zonasi, afirmasi untuk masyarakat kurang mampu, perpindahan tugas, dan prestasi.

17 Desa dan Kelurahan Ajukan PKM ke Pemkot Denpasar, 10 Wilayah Sudah Menerapkannya

BREAKING NEWS: Kantor Pemerintahan dan Pelayanan Publik di Bali Dibuka Mulai 5 Juni 2020

Nekat Edarkan Sabu dengan Upah Rp 50 Ribu, Wayan Agus Pasrah Menerima Dihukum 12 Tahun Penjara

"Untuk calon peserta didik yang ke jenjang SD tidak ada persyaratan yang spesifik. Sementara yang ke jenjang SMP, mengikuti sistem empat jalur itu. Calon peserta didik yang mau ke jenjang SMP boleh memilih lebih dari satu, dari empat jalur itu," terang Astika.

Imbuh Astika, PPDB akan mulai dilaksanakan pada Rabu (17/6/2020).

Sebab, untuk pengumuman kelulusan jenjang SD dilakukan pada 15 Juni.

Sementara pengumuman kelulusan jenjang SMP akan dilakukan pada Jumat (5/6/2020) besok.

Dalam masa pendemi covid-19, masing-masing kepala sekolah yang ada di jenjang SD, diminta untuk mendaftarkan siswanya yang sudah lulus, ke tingkat SMP.

Ini dilakukan agar protokol penanganan Covid-19 dapat tetap terlaksana.

"Untuk tingkat SMP, kami minta kepala sekolah di SD yang mendaftarkan peserta didiknya ke tingkat SMP. Jadi kepala sekolah SD yang mengantarkan berkas calon peserta didik ke SMP. Sementara untuk peserta didik yang mau mendaftar ke tingkat SD saya rasa tidak ada masalah yang signifikan apalagi yang di wilayah pedesaan. Sementara yang dikota, nanti akan kami atur, masih dipikirkan.  Sementara PPDB saat ini belum bisa online, karena terbentur sarana dan prasarana," jelas Astika.

Kendati PPDB akan segera dibuka, Astika megakui sejauh ini belum ada petunjuk dari pusat, apakah para peserta didik masih akan tetap belajar di rumah, atau sudah diperbolehkan belajar di sekolah.

"Jumlah peserta didik di Buleleng ada 120 ribu orang. Kalau sudah mulai turun ke sekolah, tentu kami akan ikuti protokol penanganan Covid. Namun sejauh ini, peserta didik tetap diminta untuk belajar dari rumah," tutupnya.

Lily of The Valley Rilis EP Digital Perdana Seld-Titled, Bercerita Dinamika dan Dualisme Kehidupan

DTW Pantai Pandawa Siap Terapkan New Normal Jika Obyek Wisata Mulai Dibuka

Putus Mata Rantai Penyebaran Covid-19, Kelurahan Dangin Puri Denpasar Sosialisasi Protokol Kesehatan

Sementara Ketua DPRD Buleleng, Gede Supriatna meminta kepada Disdikpora Buleleng agar proses PPDB tetap mengacu pada protokol penanganan Covid-19.

Pihaknya melalui Komisi IV juga akan terjun ke lapangan untuk melakukan monitoring dalam proses PPDB tahun ini. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved