Hasil Autopsi Resmi Diumumkan, George Floyd Positif Covid-19 Tapi Bukan Penyebab Kematian

Informasi medis menyebutkan bahwa George Floyd ternyata juga terkena wabah Virus Corona atau Covid-19.

CBS Evening News
Derek Chauvin, anggota kepolisian saat menginjak leher George Floyd 

TRIBUN-BALI.COM - Penyidikan atas kasus tewasnya warga kulit hitam Amerika Serikat George Floyd oleh polisi berkulit putih terus berlanjut.

Informasi terakhir menyebutkan. hasil autopsi George Floyd telah resmi selesai dan diumumkan ke publik.

Hasilnya sangat mengejutkan.

Informasi medis menyebutkan bahwa  George Floyd ternyata juga terkena wabah Virus Corona atau Covid-19.

Kunjungan Wisman ke Bali Anjlok Hampir 100 Persen pada April 2020

Begini Prakiraan Cuaca BMKG Hari Ini, Ada Potensi Hujan Ringan di Bali Selatan

Panselnas Rencanakan Pelaksanaan SKB CPNS 2019 Digelar September 2020

Informasi yang ditulis dailymail, laporan otopsi terakhir George Floyd mengungkapkan pria berusia 46 tahun itu dinyatakan positif mengidap Coronavirus.

Meski demikian, penyebab kematian Floyd adalah 'serangan jantung-paru' setelah pertengkarannya dengan seorang petugas kepolisian Minneapolis, Amerika Serikat, Senin lalu.

Hasil Pemeriksaan George Floyd

Kantor Pemeriksa Medis Kabupaten Hennepinm  Minneapolis merilis temuan resminya pada hari Rabu yang menunjukkan Floyd didiagnosis dengan Covid-19 pada 3 April 2020.

Laporan itu mencatat bahwa hasil positif kemungkinan dari infeksi lama dan diyakini ayah dua anak itu tidak menunjukkan gejala pada saat kematiannya.

'Almarhum dikenal positif untuk RNA 2019-nCoV pada 3 April 2020.

Halaman
123
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved