Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Virus Corona

6 Misteri terkait Virus Corona yang Belum Diketahui Hingga Saat Ini

Meskipun berbagai penelitian terus dilakukan seiring terus bertambahnya jumlah kasus yang terjadi.

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
Pixabay
Ilustrasi Covid-19. 

Sehingga ini cukup mengkhawatirkan. Karena itu apabila mereka dibiarkan ada di dalam sekolah, mereka memiliki frekuensi bersentuhan dengan orang atau objek lain 3 kali lebih sering dari pada orang dewasa pada umumnya.

 Ini membuat risiko mereka untuk tertular dan menularkan virus kepada lingkungan yang lebih luas semakin besar.

5. Kapan dan dimana virus corona ini mulai menyebar

 Selama ini kita mengetahui dari berbagai informasi yang beredar bahwa virus corona pertama kali terdetaksi ada di Wuhan, China dan pada akhir Desember 2019.

Dalam sebuah epidemi baru, memang sangat mungkin berawal dari seorang pasien tunggal yang kemudian menyebar luas dan menjadi ledakan infeksi yang begitu besar.

 Analisis yang dilakukan terhadap 41 kasus pertama di Wuhan menunjukkan semuanya memiliki riwayat berkunjung ke sebuah pasar yang menjajakan beragam produk makanan laut.

Pasien pertama masuk rumah sakit pada 16 Desember 2019 dengan gejala awal terjadi pada 1 Desember.

Tanggal ini tentu lebih cepat daripada waktu infeksi pertama yang diketahui dunia.

Sehingga, beberapa ilmuwan memperkirakan wabah pertama dimulai pada akhir atau pertengahan November.

Para ahli menekankan sebuah cara berpikir, bahwa orang pertama yang diketahui terinfeksi belum lah tentu menjadi orang yang paling awal membawa virus.

 6. Berapa lama kekebalan terbentuk setelah infeksi?

Sejauh ini banyak informasi beredar bahwa orang yang pernah terinfeksi virus corona, kemudian sembuh, ia memiliki kemampuan untuk kebal terhadap virus yang sama di waktu yang akan datang.

Benarkah hal tersebut? Para ilmuwan menjelaskan, ketika tubuh terinfesi virus, ia biasanya akan membuat antibodi, beberapa di antaranya cukup kuat untuk menetralkan patogen dan mencegah infeksi yang sama terulang.

 Dalam proses ini juga dihasilkan banyak sel kekebalan tubuh yang dapat membunuh virus. Lalu, berapa lama kekebalan itu akan bertahan?

Pertanyaan ini lah yang belum bisa banyak mendapatkan jawaban.

 Beberapa laporan menunjukkan terjadinya infeksi untuk kedua kalinya pada seorang pasien yang sebelumnya telah dinyatakan sembuh.

Namun, ilmuwan menyebut hal itu sebagai hasil dari kesalahan uji yang dilakukan.

Bisa saja sisa-sisa virus masih bersirkulasi di dalam tubuh dalam waktu yang lama setelah infeksi berakhir.

Mereka pun berharap kekebalan yang terjadi pada para pasien corona ini bisa bertahan setidaknya selama 1 bulan.

Namun, itu masih sebatas harapan dan belum ada klaim yang bisa membenarkan harapan itu.(*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved