Buang Sampah Tidak Sesuai Jadwal, Pemkab Klungkung Siapkan Sanksi Tegas

Mulai 12 Juni 2020 nanti, Pemkab Klungkung akan memberlakukan sanksi tegas terhadap pelanggar jadwal pembuangan sampah

Pemkab Klungkung
Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung memasang spanduk imbauan untuk taat membuang sampah sesuai jadwal, Minggu (7/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Mulai 12 Juni 2020 nanti, Pemkab Klungkung akan memberlakukan sanksi tegas terhadap pelanggar jadwal pembuangan sampah.

Sanksi yang diberikan berupa ancaman kurungan hingga denda puluhan juta rupiah.

Penegasan tersebut kembali disampaikan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat keliling memantau ketaatan warga dalam membuang sampah di seputar Kota Semarapura, Klungkung, Bali, Minggu (7/6/2020).

Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, A.A Ngurah Kirana dan jajaran, Bupati Suwirta keliling melihat situasi dan kepatuhan warga terhadap implementasi Perda Kabupaten Klungkung Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Sampah.

Mudah Marah dan Sulit Konsentrasi, Berikut 7 Tanda Stres yang Sering Tak Disadari

Kabur Setelah Tabrak Vespa Hingga Sebabkan 1 Meninggal & 5 Luka Berat, Sopir Menangis Saat Ditangkap

Bingung Cara Mendapatkan Keringanan Tagihan Listrik Bulan Juni dari PLN ? Penuhi Syarat Ini

Dengan pengeras suara yang terpasang diatas mobilnya, Bupati Suwirta melakukan sosialisasi sekaligus mengimbau masyarakat untuk bisa mematuhi jadwal pembuangan sampah.

Warga diminta untuk memilah sampah sesuai jenisnya dari rumah masing-masing atau dari sumbernya seperti apa yang tertuang dalam Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Sampah yang dibuang agar dibungkus sehingga tidak berserakan.

Untuk jam pembuangan sampah pada pukul 06.00-07.00 Wita setiap harinya.

Sampah organik bisa dibuang pada hari Selasa, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu.

Sedangkan sampah dan organik atau sampah plastik dibuang pada hari Senin dan Jumat.

“Masyarakat kami harapkan bisa mematuhi jadwal tersebut dan sampah wajib dipilah dari rumah masing-masing,” ujar Bupati Suwirta.

Jika ada yang melanggar atau tidak mematuhi jadwal tersebut, Bupati mengatakan akan ada ketentuan pidana berupa ancaman kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

Ketentuan ini mulai berlaku pada 12 Juni 2020.

“Mari ciptakan Klungkung yang bersih dan sehat,” sebutnya. (*).

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved