Hampir 100 Persen Mayarakat Tidak Memilah Sampah, Bupati Klungkung Dorong Gencarkan Sosialisasi

Hampir 100 persen masyarakat Klungkung tidak taat dalam memilah sampah dari masing-masing rumah

Istimewa
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat memantau ketaatan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Hampir 100 persen masyarakat Klungkung tidak taat dalam memilah sampah dari masing-masing rumah atau sumber sampah.

Hal ini menjadi temuan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat melakukan pemantauan terhadap ketaatan warga dalam memilah dan membuang sampah.

Setelah melakukan pemantauan dari Kelurahan Semarapura Klod hingga Desa Kamasan, Klungkung, Balisampah yang dikeluarkan oleh masyarakat hampir tidak ada yang dipilah.

Selain itu, Bupati Suwirta yang didampingi Kadis Lingkungan hidup dan Pertanahan, Anak Agung Kirana serta jajarannya juga mendapati sampah rumah tangga dikeluarkan, tidak mentaati jam penjemputan sampah.

BREAKING NEWS! 43 Pedagang Pasar Kumbasari dan Tukang Suwun Pasar Gunung Agung di-Swab Test

Ati Ampela dan Bumbu Semur, Paduan Pas untuk Dijadikan Menu Makan Malam

Ini 4 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Memutus Rantai Penyebaran Covid-19 Saat New Normal

Sampah-sampah ini dikumpulkan di atas trotoar dan ujung gang.

Sehingga sampah menghiasi jalanan dan ujung gang dalam jangka waktu lama dan terlihat seperti Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sementara.

"Tumpukan sampah seperti ini akan menimbulkan kesan jorok dan akan dikira sebagai TPS sementara. Orang-orang dari luar wilayah juga akan ikut menumpang atau menitipkan sampahnya ditempat ini karena dikira TPS sementara. Hal ini harus dihentikan, warga dan prajuru desa setempat harus ikut mengawasi wilayah masing-masing sehingga warga tertib membuang sampah pada tepat waktunya sehingga tidak terjadi penumpukan sampah terlalu lama dan terkesan menjadi TPS sementara atau penitipan sampah, " ujar Bupati Suwirta, Minggu (7/6/2020).

Kepada semua perangkat desa diminta melakukan sosialsisasi pengolahan sampah dengan benar.

Menurut Bupati Suwirta peran perangkat desa sangat penting untuk mengingatkan warganya dalam menjaga kebersihan lingkungan desa.

Desa yang diberikan toleransi membuang residu sampah  ke TPA, jika tanggal 12 Juni 2020 sampah tidak dipilah maka tidak akan diijinkan membuang sampah ke TPA Sente.

Karena TPA Sente hanya bersifat sementara yang saat ini sedang dilakukan pemeliharaan dan penataan hingga mulai beroperasinya 100 persen TOSS Desa dan TOSS Center di Dusun Karangdadi, Kusamba.

Bupati Suwirta juga mengingatkan, mulai hari Sabtu (6/6/2020) hingga Kamis (11/6/2020) akan digunakan sebagai masa sosialisasi perda Sampah.

Pada tanggal 12 Juni 2020 pemberlakuan Perda akan lebih dipertegas lagi, jika ada warga yang masih melanggar, maka akan dikenakan sanksi Tindak Pidana Ringan (Tipiring).  

Kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, diperintahkan untuk terus melakukan sosialisasi baik secara langsung maupun lewat pengumuman di media cetak, elektronik, radio hingga sosial media. (*).

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved