Kisah 3 Anak Hidup dalam Keterbatasan di Rumah Bedeng, Dinsos Upayakan Telusuri Keberadaan Ibunya

Kami masih menelusuri keberadaan ibu kandungnya. Info yang kami terima bahwa ibu kandungnya akan dicari alamatnya di Seririt Singaraja.

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Dinsos Provinsi Bali dan Kota Denpasar meninjau tempat tinggal 3 bersaudara yang hidup penuh keterbatasan di Jalan Patih Nambi, Perumahan Telkom Banjar Tulang Ampiang, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, Kamis (11/6/2020). 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dinas Sosial berkoordinasi dengan keluarga menelusuri keberadaan ibu kandung dari anak 3 bersaudara yang ditinggalkan sejak beberapa hari yang lalu dengan bertahan hidup penuh keterbatasan bersama kakek & neneknya.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Rehanilitasi Sosial Dinsos Kota Denpasar, Anak Agung Ayu Diah Kurniawati kepada Tribun Bali usai peninjauan bersama Dinsos Provinsi Bali di tempat tinggal 3 bersaudara bersama kakek neneknya di sebuah rumah bedeng berukuran sekitar satu are yang terletak di Jalan Patih Nambi, Perumahan Telkom Banjar Tulang Ampiang, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, Kamis (11/6/2020).

"Kami masih menelusuri keberadaan ibu kandungnya. Info yang kami terima bahwa ibu kandungnya akan dicari alamatnya di Seririt Singaraja. Kami juga sudah titip pesan agar ipar dan mertuanya mengkondisikan menghubungi ibu kandung dan mempertemukan kembali dengan anak-anak kandungnya, biar tidak melepas anak begitu saja," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta keluarga yang bersangkutan agar melaporkan diri keberadaanya ke desa setempat untuk izin tinggal kependudukan sementara karena mereka masih ber-KTP dan KK Singaraja supaya mendapat fasilitas bantuan dari pemerintah kota.

Enrique Cerezo: Andaikan Liga Champions 2019-2020 Tak Dilanjutkan, Atletico Madrid Juaranya

Viral Tagihan Listrik Warga Hingga Rp 20 Juta, Ini 7 Cara Hemat Listrik Agar Pembayaran Tak Melonjak

Rizal Ramli Nyatakan Tak Hadiri Debat dengan Menteri Luhut, Begini Alasannya

"Maunya kita memulangkan kembali, tapi yang bersangkutan tidak mau pulang karena tidak punya pekerjaan di Singaraja, kalau tempat tinggal infonya ada, dan mereka ada pekerjaan di sini sebagai buruh petani sawah, serta mengontrak lahan yang ditinggali ini selama 5 tahun, baru ditempati 1,5 tahun, mereka masih harus menghabiskan itu,"  ujarnya.

Selanjutnya, apabila nantinya ibu kandung bisa bertemu dengan anak-anaknya maka tetap dapat diupayakan bantuan khususnya pendidikan bagi anak-anak yang saat ini bersekolah di Denpasar.

"Untuk bantuan pasti akan difasilitasi melalui pendataan, oleh sebab saat itu kami memerlukan NIK untuk basis bantuan sosial, KTP, KK dan akta bayi Komang masih berada di Singaraja, mereka bisa mendapat bantuan KIP dan bantuan lainnya," jelasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved