Ngaku Tagihan Listrik Naik, Fadli Zon Minta PLN Transparan, Fadjroel Rahman Bantah: Tak Ada Kenaikan
Di akun twitternya @fadlizon, Selasa (9/6/2020) Fadli Zon mengatakan ia alami kenaikan listrik sebagaimana yang dialami pelanggan listrik lainnya.
"Karena tagihan sudah keluar dan harus dibayar,” kata Teguh, saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telpon.
Teguh mengatakan, kenaikan tagihan listrik terjadi sejak meteran listrik di bengkelnya diganti dari yang analog ke meteran listrik digital pada Januari 2020 lalu.
Setelah itu, tagihan listrik yang diterimanya naik.
Namun, Teguh menganggap kenaikan itu merupakan hal yang wajar karena berganti meteran digital.
Berdasarkan pada invoice tagihan yang diterima oleh Teguh, nilai tagihan pada bulan Februari 2020 sebesar Rp 2.152.494.
Kemudian ada Bulan Maret, nilai tagihannya hanya Rp 921.067. Pada Bulan April, nilai tagihannya sebesar 1.218.912.
Kemudian tagihan pada Bulan Mei naik drastis menjadi Rp 20.158.686.
Kapasitor Rusak, Ada Kebocoran Daya
Belakangan, Teguh mengetahui bahwa ada kebocoran daya reaktif (kVarh) yang membuat tagihan itu meningkat tajam.
Kebocoran daya reaktif itu disebabkan oleh alat berupa kapasitor yang sudah rusak dan tidak berfungsi lagi.
Kebocoran daya reaktif itu terdeteksi setelah meteran listrik diganti ke meteran digital.(*)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Mengaku Tagihan Listrik Naik, Fadli Zon Sebut Ada Privatisasi, Fadjroel Rahman: Tidak Ada Kenaikan,