Ngaku Tagihan Listrik Naik, Fadli Zon Minta PLN Transparan, Fadjroel Rahman Bantah: Tak Ada Kenaikan

Di akun twitternya @fadlizon, Selasa (9/6/2020) Fadli Zon mengatakan ia alami kenaikan listrik sebagaimana yang dialami pelanggan listrik lainnya.

Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa/Kolase Warta Kota
Fadli Zon dan Fadjroel Rahman 

TRIBUN-BALI.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengeluh tagihan listrik naik.

Diketahui Fadli Zon protes tagihan listrik naik di akun twitternya @fadlizon, namun dibalas Juru Bicara (Jubir) Presiden RI Joko Widodo alias Jokowi, Fadjroel Rahman.

Dalam cuitannya, dibalas Fadjroel Rahman sebut tak ada kenaikan listrik, berikut cuitannya.

Di akun twitternya @fadlizon, Selasa (9/6/2020) Fadli Zon mengatakan ia alami kenaikan tagihan listrik sebagaimana yang dialami pelanggan listrik lainnya.

Kisah Pilu 2 ABK WNI yang Nekat Lompat dari Kapal Ikan Asing: Tak Terima Gaji dan Alami Kekerasan

Profil Dokter Miftah Fawzy yang Gugur Karena Positif Covid-19, Dekan FK Unair: Calon Dokter Terbaik

22.000 Xiaomi Redmi Note 9 Dipesan Selama 4 Jam, Dibanderol Mulai Rp 2 Jutaan, Ini Keunggulannya

Fadli Zon meminta PLN transparan terkait keluhan-keluhan dari masyarakat.

Mantan Wakil Ketua DPR itu meminta PLN menjelaskan mengapa tagihan listrik masyarakat melonjak.

"Memang banyak keluhan tagihan listrik melonjak. Sy jg mengalami yg sama.  @pln_123 harus transparan atas keluhan2 di masyarakat. Knp tagihan listrik makin melonjak? Ada privatisasi?," tulis Fadli.

Cuitan Fadli itu kemudian direspons oleh Fadjroel Rahman.

Dalam postingan di akun twitternya pada Rabu (10/6/2020), Fadjroel menyebut manajemen PLN UP3 Ciracas telah datang ke rumah Fadli Zon di Pondok Labu.

Saat itu, kata Fadli, manajemen bertemu Dani.

Fadli kemudian bertemu dengan manajemen PLN di tempat lain.

Fadjroel mengungkapkan, dari hasil pembacaan meter di rumah Fadli Zon terbukti normal dan pemakaian pada Juni 2020 mengalami kenaikan sebesar 15 persen dibanding pemakaian pada Mei 2020.

Fadjroel menegaskan tidak ada kenaikan tarif listrik oleh Pemerintah.

"Manajemen PLN UP3 Ciracas datang ke rumah @fadlizon di Pondok Labu, bertemu Dani. FZ bersedia bertemu di Benhil, ASAP. Hasil pembacaan terbukti normal & pemakaian Juni 2020 terjadi kenaikan 15% dibanding pemakaian Mei 2020. Tidak ada kenaikan tarif listrik oleh Pemerintah ~ FR," tulis Fadjroel.

4 Fakta Lidya Pratiwi, Ganti Nama Jadi Maria Eleanor Setelah Bebas dari Kasus Pembunuhan Kekasihnya

Keutamaan Puasa Senin Kamis, Manfaat dan Tata Cara Menjalankannya

PKM di Kelurahan Pedungan Denpasar Intensifkan Pemantaun Arus Masuk Penduduk Baru

Tagihan Listrik Naik, PLN Bolehkan Mencicil

Disisi lain, PLN menawarkan skema pembayaran lewat cara dicicil bagi Teguh Wuryanto (56).

Diketahui, Teguh adalah pelanggan PLN yang tagihan pemakaian listriknya mencapai Rp 20.158.686.

Nilai tagihan yang diterima Teguh ini disebut naik sebesar 20 kali lipat dari total tagihan yang dibayar di periode sebelum-sebelumnya.

“Karena secara pemakaian sudah betul, ya solusi yang kami tawarkan sama dengan yang lain, artinya cicilan pembayaran,” kata Manager Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) PLN Malang Raya, M Eryan Saputra, seperti dikutip dari Kompas.com, Rabu (10/6/2020).

Adapun nilai tagihannya tetap sama, yaitu sesuai dengan invoice nomor 513010180722-0520 senilai Rp 20.158.686.

“Nilai tagihan tetap. Tapi, metode pembayarannya yang dicicil,” jelasnya.

Eryan mengatakan, skema pembayaran itu merupakan hasil kesepakatan antara pihaknya dan pelanggan.

Saat ini, pihaknya masih mensimulasikan besaran cicilan untuk Teguh yang merupakan pemilik bengkel di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang.

“Pelanggan lagi ke kantor unit kami untuk membuat surat pengakuan hutang atau SPH cicilannya. Jadi, besaran cicilan masih dia ingin simulasi di kantor"

"Tadi, kami menghitungnya secara kasar, tapi kalau sudah di aplikasi terlihat cicilan per bulannya,” ujar dia.

Tagihan Naik Tajam

Diketahui, tagihan listrik di bengkel milik Teguh Wuryanto (56) menanjak tajam menjadi Rp 20.158.686.

Tagihan itu naik sebesar 20 kali lipat dari total tagihan yang dibayar di periode sebelum-sebelumnya.

Padahal, volume penggunaan alat di bengkel yang ada di Desa Bedali, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, menurun sejak terjadi pandemi Covid-19.

“Akhirnya harus dibayar, kalau tidak mau dibayar harus (melayangkan protes) ke Jakarta (kantor PLN Pusat) mungkin"

"Karena tagihan sudah keluar dan harus dibayar,” kata Teguh, saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telpon.

Teguh mengatakan, kenaikan tagihan listrik terjadi sejak meteran listrik di bengkelnya diganti dari yang analog ke meteran listrik digital pada Januari 2020 lalu.

Setelah itu, tagihan listrik yang diterimanya naik.

Namun, Teguh menganggap kenaikan itu merupakan hal yang wajar karena berganti meteran digital.

Berdasarkan pada invoice tagihan yang diterima oleh Teguh, nilai tagihan pada bulan Februari 2020 sebesar Rp 2.152.494.

Kemudian ada Bulan Maret, nilai tagihannya hanya Rp 921.067. Pada Bulan April, nilai tagihannya sebesar 1.218.912.

Kemudian tagihan pada Bulan Mei naik drastis menjadi Rp 20.158.686.

Kapasitor Rusak, Ada Kebocoran Daya

Belakangan, Teguh mengetahui bahwa ada kebocoran daya reaktif (kVarh) yang membuat tagihan itu meningkat tajam.

Kebocoran daya reaktif itu disebabkan oleh alat berupa kapasitor yang sudah rusak dan tidak berfungsi lagi.

Kebocoran daya reaktif itu terdeteksi setelah meteran listrik diganti ke meteran digital.(*)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Mengaku Tagihan Listrik Naik, Fadli Zon Sebut Ada Privatisasi, Fadjroel Rahman: Tidak Ada Kenaikan,

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved