Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Proyek Penataan Lapangan Astina Gianyar, Pemkab Siapkan Rp 22 Miliar

Tak tanggung-tanggung, untuk penataan lapangan ini, Pemkab Gianyar mengalokasikan APBD 2020 sebesar Rp 22 miliar lebih.

Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Wajah lapangan Astina Gianyar sebelum ditata, Kamis (11/6/2020). Tampak lapangan dipenuhi rumput liar tidak terawat 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – ‘Bapak pembangunan Gianyar’, itulah julukan yang diberikan masyarakat Kabupaten Gianyar, untuk Bupati Gianyar, Made Agus Mahayastra.

Hal tersebut beralasan, lantaran selama ini Mahayastra membawa banyak proyek yang dibangun.

 Mulai dari pasar-pasar tradisional, renovasi kantor pemerintahan yang sebelumnya ‘bocor’, dan terakhir adalah penataan Lapangan Astina Gianyar, yang menjadi wajah Kota Gianyar.

Tak tanggung-tanggung, untuk penataan lapangan ini, Pemkab Gianyar mengalokasikan APBD 2020 sebesar Rp 22 miliar lebih.

Kemenag dan Telkomsel Hadirkan Program Penyediaan Kuota Terjangkau untuk Belajar Online di Madrasah

Kurangi Interaksi di Pasar Rakyat,Pedagang & Pembeli di Pasar Cokroaminoto Denpasar Dibatasi Plastik

dr Reisa: Jaga Jarak Turunkan Risiko Penularan Covid-19 Hingga 85 Persen

Anggaran tersebut digunakan untuk pembuatan patung Panca Pandawa yang akan dibangun di setiap pojok lapangan.

Kolam air mancur yang akan dibangun di sebelah utara lapangan. Penataan tempat bermain anak-anak, sport center skala kecil.

Tak hanya itu, dalam mempercantik wajah lapangan Astina, kabel-kabel di kawasan tersebut akan ditanam di bawah tanah.

Bupati Gianyar, Made Mahayastra, Kamis (11/6/2020) mengatakan, latar belakang dari penataan ini lantaran lapangan Astina Gianyar, tidak pernah tersentuh perbaikan sejak bertahun-tahun.

Karena itu, kondisinya relatif kumuh, dan tidak menarik. Padahal selama ini, lapangan tersebut merupakan wajah Kota Gianyar.

“Ibu kota sudah puluhan tahun tidak pernah dapat perhatian, sangat memperihatinkan dan kota terlihat kumuh. Apalagi digunakan oleh masyarakat umum untuk jalan santai dn olahraga. Ini adalah wajah kota, sehingga harus ditata bagus,” ujarnya.

Lalu, kenapa membutuhkan anggaran yang relatif besar? Mahayastra meminta agar spesifikasi anggarannya ditanyakan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Gianyar.

Namun politikus PDIP ini menegaskan, setiap material harus menggunakan yang terbaik.

“Coba lihat speknya apa saja yang menghabiskan biaya besar, itu ada di PU. Kontak saja Pak Karya (Kepala Dinas PU). Tapi saya minta dia harus pakai batu alam yang bagus, pohon yang spesial, dan tempat bermain anak-anak yang bagus, serta setiap kabel harus ditanam di bawah tanah agar kabel tidak merusak pemandangan,” ujar Mahayastra.

Menurut Mahayastra, meskipun saat ini dalam situasi pandemi covid-19, pembangunan harus tetap berlanjut. Hal tersebut sebagai salah satu bentuk pergerakan perekonomian.

Polsek Mengwi Bubarkan Balap Liar di Anggungan Badung, Amankan 26 Kendaraan

Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG 11-12 Juni 2020: Bali Waspada Hujan Lebat, Angin Kencang & Petir

Pelaku Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Diminta Beradaptasi Dengan Era New Normal Nantinya

“Pembangunan harus tetap berjalan, ini juga untuk pergerakan ekonomi. Karena dalam pembangunan, ada transaksi jual beli, ada tenaga kerja, dan sebagainya,” ujarnya.

Kepala Dinas PU Gianyar, Wayan Karya belum memberikan data terkait alokasi anggaran Rp 22 miliar lebih tersebut. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved