Corona di Bali
Dinas Pariwisata Bali Cek Kesiapan Hotel dan Destinasi dalam Penerapan Protokol Kesehatan
Di tengah situasi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Dinas Pariwisata Provinsi Bali melakukan pengecekan ke berbagai hotel dan destinasi wis
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Di tengah situasi pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Dinas Pariwisata Provinsi Bali melakukan pengecekan ke berbagai hotel dan destinasi wisata.
Pengecekan itu dilakukan guna memastikan kesiapan protokol kesehatan seandainya pariwisata Bali nantinya siap untuk dibuka.
"Ini saya sedang ngecek-ngecek ya, pergi ke hotel, pergi ke destinasi, kayak apa sih modelnya yang dia siapkan. Kita seolah-olah berperilaku seperti turis lah datang ke daerah-daerah ini," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa di DPRD Bali, Selasa (16/6/2020).
Dari berbagai hotel dan destinasi yang dirinya kunjungi, Astawa menilai bahwa persiapan protokol kesehatan sudah bagus.
Hanya saja di museum masih ada kelemahan-kelemahan tertentu yang diterapkan, terutama dalam pengecekan suhu tubuh.
"Thermo gun ini mereka yang belum dapatkan. (Merek bertanya) di mana harus beli, di mana saya harus mendapatkan, berapa harganya," tutur Astawa.
Baginya, keberadaan alat thermo gun tersebut juga sedikit mahal karena bisa menyentuh harga Rp 1 juta lebih sehingga pihaknya berencana untuk memfasilitasi.
• Selesaikan Liga Champions Lebih Cepat, UEFA Berencana Gelar Perempat Final di Portugal
• Tambahan Kasus Capai 1.000 Per Hari, Apakah Covid-19 di Indonesia Sudah Puncak?
• Di Era New Normal, 5 Tempat Ini Berisiko Tinggi Jadi Tempat Penularan Covid-19
Kemudian untuk penerapan protokol kesehatan di hotel, Astawa menilai rata-rata sudah siap.
Sementara untuk Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) juga mengaku telah siap dengan penerapan protokol kesehatan.
Lalu kapan pariwisata Bali akan dibuka? Astawa mengaku masih belum bisa berkomentar, sebab masih menunggu arahan dari Gubernur Bali.
Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengaku tidak mau terburu-buru dalam membuka pariwisata.
"Kita jangan terburu-buru terpancing dengan sodokan-sodokan agar kita ini cepat membuka pariwisata," pintanya saat rapat paripurna ke-5 masa persidangan II tahun 2020 DPRD Bali, Senin (15/6/2020).
Dirinya mengaku sudah mendapatkan arahan dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di tingkat nasional, Doni Monardo agar tidak terburu-buru membuka pariwisata.
• Seminggu Beroperasi, Pengguna Layanan Taring Disdukcapil Denpasar Capai 1.049 Permohonan
• Sidak, Cafe Ini Ditemukan Masih Buka Lewati Batas Jam Operasional di Denpasar, Pengunjung Dibubarkan
• Lagi, Tiga Anggota Dewan beserta Staf di DPRD Buleleng Di-Rapid Test Antigen
"Sampai tadi pagi saya berbicara dengan beliau," tuturnya di hadapan pimpinan, ketua fraksi dan komisi yang hadir serta anggota dewan yang mengikuti rapat paripurna melalui virtual.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kepala-dinas-pariwisata-provinsi-bali-putu-astawa-saat-ditemui-di-dprd-bali.jpg)