Virus Corona

BPOM Ingatkan Dexamethasone yang Diklaim Bisa Cegah Covid-19 Adalah Obat Keras, Ini Efek Sampingnya

Namun, BPOM mengingatkan supaya obat itu tidak sembarangan dikonsumsi, sebab dexamethasone tergolong obat keras.

Istimewa/KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo
ilustrasi obat Dexamethasone 

TRIBUN-BALI.COM - Obat dexamethasone merupakan jenis obat kortikosteroid yang mampu meningkatkan respon pertahanan alami tubuh sehingga mengurangi gejala seperti bengkak dan reaksi alergi.

Belum lama ini, sekelompok peneliti dari University of Oxford, Inggris membuktikan bahwa obat pasar dexamethasone bisa digunakan dalam perawatan pasien COVID-19.

Bahkan, World Health Organization (WHO) pun menyambut baik temuan awal tersebut.

Namun, BPOM mengingatkan supaya obat itu tidak sembarangan dikonsumsi, sebab dexamethasone tergolong obat keras.

Bupati Anas Serahkan Sertifikat Kompetensi New Normal ke 91 Pemandu Wisata

Persiapan New Normal, Bupati Anas Ajak Para Kepala Desa Kolaborasi

Golkar Optimis Koalisi Besar Penantang PDIP Tak Goyah, Dauhwijana Sebut Keputusan Akhir Ada di DPP

Selain itu, setidaknya dexamethasone memiliki delapan efek samping.

Dexamethasone bisa digunakan dengan catatan, hanya diberikan untuk pasien COVID-19 dalam kondisi kritis.

Temuan awal ini belum terbukti efektif pada pasien COVID-19 yang memiliki gejala ringan.

WHO sendiri menempatkan dexamethasone dalam daftar Model List of Essential Medicines sejak 1977 dalam berbagai formulasi.

Obat ini bisa didapatkan di hampir semua negara, dengan beberapa formulasi turunan yang juga beredar luas.

Berikut klarifikasi Badan POM soal dexamethasone.

Mengutip situs resmi Badan POM, Jumat (19/6/2020), Badan POM menuliskan beberapa klarifikasi terkait penggunaan dexamethasone pada pasien COVID-19.

1. Saat ini belum terdapat obat yang spesifik untuk COVID-19, walaupun beberapa obat telah dipergunakan untuk penanganan COVID-19 sebagai obat uji.

2. Hasil penelitian Universitas Oxford terkait penggunaan Deksametason menunjukkan penurunan kematian hanya pada kasus pasien COVID-19 yang berat yang menggunakan ventilator (alat bantu pernapasan) atau memerlukan bantuan oksigen.

Obat ini tidak bermanfaat untuk kasus COVID-19 ringan dan sedang atau yang tidak dirawat di rumah sakit.

Dipakai Pengobatan Tradisional, Daun Jambu Biji Ampuh Obati Diare Hingga Diabetes

Kapolda Bali Imbau Pengendara Taati Aturan Pakai Masker dan Helm Saat Berkendara

Laut China Selatan Bergejolak, TNI AL Kerahkan Kapal Perang Jenis Fregat dan Korvet ke Natuna

Halaman
123
Sumber: Surya
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved