Corona di Bali

Sasar Pasar Tradisional, DWP Gianyar Serahkan Bantuan 600 Masker

Dalam upaya menekan dan memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Gianyar, Dharma Wanita Perkumpulan (DWP) Gianyar, melakukan pembagian masker di seju

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Dharma Wanita Perkumpula (DWP) Gianyar melakukan pembagian masker di sejumlah pasar di Kabupaten Gianyar, Jumat (19/6/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Dalam upaya menekan dan memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Gianyar, Dharma Wanita Perkumpulan (DWP) Gianyar, melakukan pembagian masker di sejumlah pasar di Kabupaten Gianyar, Jumat (19/6/2020).

Hal ini dilakukan, lantaran saat ini transmisi lokal mengalami peningkatan signifikan, dan aktivitas pasar menjadi daerah paling rentan terpapar covid-19.

Ketua DWP Gianyar, Dwikora Winus Wijaya atau istri Sekda Gianyar itu, ada sebanyak 600 masker dibagikan di tiga pasar, yakni Pasar Umum Tegalalang, Pasar Desa Keramas dan Pasar Senggol Gianyar.

Dari 600 buah masker ini, masing-masing pasar mendapatkan bagian 200 masker.

Penerima BLT Dana Desa Tahap II Hanya Bisa Diganti Lewat Musdes

Prabawati Sukarta, Pengisi Suara Shizuka Pertama di Film Doraemon Indonesia Meninggal Dunia

Ditangkap Usai Memesan Sabu Seberat 19,89 Gram Netto, Liong Gie Dikenakan Dakwaan Alternatif

 “Kami memang sengaja menyasar pasar tradisional dalam penyerahan bantuan masker. Karena di pasar terjadi interaksi yang tinggi antar banyak orang. Bantuan masker yang kai berikan ini yang non medis (masker kain), supaya bisa dicuci,” ujarnya.

Menurut Dwikora, bantuan masker masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Sebab, pemakaian masker merupakan salah satu protokol kesehatan utama, baik saat ini ataupun ketika new normal telah diterapkan.

Dwikora juga memberikan tips memakai masker supaya kesehatan kita terjamin.

“Masker sebaiknya diganti tiap 4 jam sekali, agar kita tetap aman. Sedangkan pedagang di pasar mereka lebih dari 4 jam berjualan di pasar, makanya disarankan mereka memiliki lebih banyak masker,” ujarnya.

Jika Pedagang Pasar Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satpol PP Denpasar Akan Tegas Tak Izinkan Jualan

Presiden & Ibu Negara Honduras Positif Covid-19 Meski Tidak Menunjukkan Gejala

Peserta BPJS Kesehatan yang Kena PHK Ternyata Bisa Masuk Penerima Bantuan Iuran

Dalam memutus mata rantai Covid-19, Dwikora mengatakan tidak cukup hanya mememakai masker.

Namun protokol lainnya juga harus ditaati, yakni rajin mencuci tangan, menerapkan perilaku hidup bersih, dan menjaga jarak di tempat umum.

“Ini semua tergantung pada kesadaran dan  kedisiplinan diri kita sendiri untuk menerapkan protokol kesehatan, jika ingin pandemi cepat berlalu maka kita harus patuh,” ujarnya. (*)

 
 

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved