Corona di Bali

Ketut Suiasa Berikan Bantuan Paket Sembako untuk Para Pemangku di 5 Desa Adat di Badung

“Saya hari ini melakukan perjalanan ke beberapa Desa Adat yang ada di Kecamatan Kuta. Dan bertemu langsung dengan para pemangku yang ada di lima desa

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Wabup Badung berikan bantuan paket sembako kepada para pemangku di lima Desa Adat di Kecamatan Kuta 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa atas nama pribadi hari ini memberikan bantuan paket sembako kepada para pemangku yang ada di Desa Adat Kuta, Legian, Seminyak, Kelan dan Kedonganan.

“Saya hari ini melakukan perjalanan ke beberapa Desa Adat yang ada di Kecamatan Kuta. Dan bertemu langsung dengan para pemangku yang ada di lima desa adat ini dan juga serati orang-orang yang menangani upacara yadnya di adat dan agama yang ada di desa adat masing-masing ini,” ujar Ketut Suiasa, Sabtu (20/6/2020).

Ia memohon kepada beliau (pemangku) dalam tugasnya yang disebut swadharma agama untuk senantiasa selalu memohon jalan kepada Tuhan mendoakan kita semua selalu dalam lindungan-Nya dan memohon agar pandemi Covid-19 ini bisa cepat selesai dan dapat kembali normal beraktivitas.

“Sehingga seimbang apa upaya kami di pemerintahan dan pemangku melaksanakan tugas non duniawi sehingga seimbang. Jadi konsep kita adalah mewujudkan keseimbangan hidup itu sendiri antara skala dan niskala, jasmani dan rohani, seimbang alam kita makrokosmos mikrokosmos,” ungkapnya.

Update Harga Iphone Baru Juni 2020: Berikut Spesifikasi Seri 12 dan iPhone 11 Jadi yang Terlaris

Setelah 3 Bulan Ditutup Karena Pandemi Covid-19, Besok Sejumlah Masjid di Mekkah Akan Dibuka Kembali

Daftar Harga Ponsel Xiaomi, 20 Juni 2020: Seri Redmi Note 9 dan Redmi Note 8 Hanya Rp 2 Jutaan

Paket sembako terdiri dari beras, minyak goreng, kopi, gula, dan lain-lain.

Di tiap-tiap Desa Adat puluhan sembako diberikan langsung oleh Wabup Suiasa.

Lebih lanjut Suiasa kembali menekankan pentingnya kedisiplinan masyarakat terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Pihaknya meminta masyarakat tidak meremehkan imbauan pemerintah.

Sebab jika masyarakat bandel atau bengkung, maka penyebaran virus akan sangat sulit dihentikan.

“Kalau kita bengkung, ini akan lama. Sampai kapan Covid-19 ini berlangsung, itu tergantung sampai kapan kita bisa disiplin. Jadi, pakai selalu masker, tinggal di rumah kecuali kalau ada keperluan mendesak, juga jangan lupa selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat,” ajaknya.

Mengenai kegiatan adat dan keagamaan di Desa Adat menyambut tatanan kehidupan baru atau new normal menurutnya cakupan akan diperluas secara perlahan.

“Pertama dari batasan jumlah orang yang dilibatkan bisa lebih luas tetapi belum normal secara keseluruhan seperti sebelum adanya pandemi Covid-19.

Tetap dibatasi jumlah orangnya, waktunya juga diukur tahapannya. Tetapi protokol kesehatan tetap diterapkan,” imbuh Suiasa.

5 Inspirasi Desain Ruang Tamu Super Keren dan Estetik

Berpaku dan Terbuat dari Besi, Alat Ini Diduga Digunakan Tentara China Pukuli Tentara India

Kawasan Tinggi dan Beriklim Keras, Kenapa Lembah Galwan Diperebutkan India dan China?

Kalau di Badung, Suiasa menyebutnya bukan new normal tetapi konsep budaya pola hidup. “Kita di Badung ini budaya pola hidup, kita tidak gunakan penyebutan new normal. Karena ini akan menjadi budaya dalam kehidupan kita kedepannya,” ungkapnya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved