Bapang, Konsep Prewedding Padukan Budaya Bali dan Jepang
Bapang adalah singkatan dari Bali-Jepang. Sebuah konsep unik yang diciptakan Gung Ama bersama sang istri.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Bapang adalah singkatan dari Bali-Jepang. Sebuah konsep unik yang diciptakan Gung Ama bersama sang istri.
Ia melihat adanya kesamaan sudut pandang budaya, antara Bali dan Jepang.
Selain senjata, sudut pandang bahwa sebuah kematian bukanlah kesedihan, melainkan adalah sebuah kebahagiaan menjadi daya tarik dua budaya ini.
Project ini, lebih dari 1 tahun menempuh proses riset.
“Kami awali tahun 2018 proses riset data, sketch, trial and eror, memadupadankan kain dan lain sebagainya, agar nuansa tradisi Bali tetap bisa kami jaga,” jelasnya kepada Tribun Bali, Senin (22/6/2020).
Akhirnya terciptalah bentuk Bapang, sesuai dengan ekspektasinya pada tahun 2019.
• 10 Duktang Tanpa Identitas Dipulangkan, Sayoga: Mereka Nekat Datang ke Denpasar Mengadu Nasib
• IDAI Cabang Bali Harap Pemprov Tak Lupakan Pencegahan Covid-19 pada Anak
• 8 Warga Positif Covid-19, Desa Tegal Harum Denpasar Lakukan Rapid Test
Pria juga pebisnis kuliner ini, mengatakan tujuan menciptakan Bapang adalah untuk membuat nuansa baru atau warna baru dalam dunia prawedding di Bali.
Gung Ama yang terkenal dengan Gama Photography, telah lama bergelut dalam dunia fotography di Pulau Dewata. Ia menjadi pelopor konsep foto pra nikah, ala era tahun 1930an.
Ia pun bersama istri, menciptakan gaya busana prawedding Bali simple, ethnik, namun tetap elegant dengan tampilan lebih kasual.
“Saya ingin menciptakan jalur sendiri dalam industri prawedding di Bali, sehingga terhindar dari benturan dengan sesama pelaku industri yang sama,” jelasnya. Ini juga menjadi keunikan karyanya.
• Kasus Positif Covid-19 di Denpasar Bertambah 6 Orang, Sembuh 6 Orang
• Indonesia dan Inggris Sepakati Kerja Sama Pengendalian Anti Microbacterial Resistance
• Layanan Prima Jasa Raharja di Masa Pandemi Covid-19
Dari sisi fotografi, ia ingin menjadi fasilitator bagi para fotografer yang ingin menerjemahkan konsep baru dari sudut pandang tradisi.
“Karya Bapang ini, terinspirasi dari banyaknya kesamaan sudut pandang budaya antara Bali dan Jepang,” tegasnya.
Satu di antaranya dalam upaya mempertahankan senjata tradisional masing-masing di era modern ini.
Kesamaan berikutnya, adalah teknik ikat dan pewarnaan kain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/konsep-bapang-dalam-busana-prawedding-ala-indira-laksmi.jpg)