Corona di Bali

10 Duktang Tanpa Identitas Dipulangkan, Sayoga: Mereka Nekat Datang ke Denpasar Mengadu Nasib

Satpol PP Kota Denpasar kembali memulangkan penduduk pendatang (duktang) tanpa identitas pada Senin (22/6/2020) siang.

Satpol PP Kota Denpasar
Pemulangan 10 orang duktang tanpa identitas 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satpol PP Kota Denpasar kembali memulangkan penduduk pendatang (duktang) tanpa identitas pada Senin (22/6/2020) siang.

Duktang yang dipulangkan ini sebanyak 10 orang.

Mereka dipulangkan karena datang ke Denpasar tanpa membawa identitas.

Selain itu juga tak dilengkapi surat keterangan rapid test negatif.

Dikonfirmasi Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan 10 duktang ini datang ke Denpasar untuk mencoba mencari peruntungan.

Padahal saat ini masih dalam kondisi pandemi Covi-19.

IDAI Cabang Bali Harap Pemprov Tak Lupakan Pencegahan Covid-19 pada Anak

8 Warga Positif Covid-19, Desa Tegal Harum Denpasar Lakukan Rapid Test

10.866 Orang Masuk Bali Lewat Pelabuhan Gilimanuk Dua Hari Terakhir, Masih Didomimasi Sopir Logistik

"Mereka nekat datang ke Denpasar untuk mengadu nasib. Padahal ini kan musim pandemi Covid-19. Apalagi mereka tanpa identitas dan tanpa hasil rapid test negatif," kata Sayoga.

Kesepuluh duktang ini merupakan hasil dari penertiban yang dilakukan di beberapa desa/lurah di Denpasar oleh Satgas Gotong Royong Covid-19.

Mereka ada yang ditertibkan dari Desa Peguyangan Kangin maupun Kelurahan Sumerta pada Sabtu dan Minggu kemarin.

Duktang ini berasal dari beberapa wilayah yakni Nusa Tenggara Timur, Jember, Kupang dan Jawa Timur.

Kejari Badung Sidik Dugaan Korupsi LPD Kekeran Angantaka, 40 Saksi Telah Diperiksa

Akibat Pandemi Covid-19, Maybank Marathon Bali 2020 Dibatalkan 

Ditangkap Saat Mengambil Tempelan Sabu, Akbar dan Rindi Dituntut 7 Tahun Penjara

"Kami pulangkan lewat Dinas Sosial. Nanti Dinas Sosial yang selanjutnya memulangkan ke daerah asalnya. Ini merupakan keterlantaran sosial," kata Sayoga.

Selain memulangkan 10 orang duktang, pihaknya juga mengirim seorang ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa) ke RSJ Bangli.

Sebelum dikirim ke RSJ Bangli, ODGJ ini menjalani rapid test dengan hasil non reaktif. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved