Kuta Beach Sea Turtle Conservation Lepasliarkan 255 Tukik, Ada 150 Sarang Lain Berisi 17 Ribu Telur

Gusti Ngurah Kresna terlihat sibuk mempersiapkan pelepasan tukik di Pantai Kuta, Badung, Senin (22/6/2020).

Tribun Bali/Rizal Fanany
Gusti Ngurah Kresna bersama tim melepasliarkan tukik di Pantai Kuta, Badung, Senin (22/6/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Gusti Ngurah Kresna terlihat sibuk mempersiapkan pelepasan tukik di Pantai Kuta, Badung, Senin (22/6/2020).

Dia bersama anggotanya dari Kuta Beach Sea Turtle Conservation (BSTC) melepaskan 225 ekor tukik.

"Untuk hari ini kita melepaskan tukik ke laut sebanyak 225 ekor" katanya.

Dia menceritakan biasanya setiap tahunnya, penyu dewasa datang untuk bertelur, namun situasi pandemi Covid-19 ini beberapa kawasan pantai tempat penyu bertelur disterilkan atau ditutup sementara sehingga menjadi kendala untuk penyelamatan penyu-penyu saat proses bertelur.

Di sisi lain, ditutupnya Pantai Kuta yang menjadi salah satu tempat bertelur penyu memberikan dampak positif yakni keselamatan penyu saat bertelur terjaga.

Gelombang Kedua Virus Corona di Korea Selatan, Ini Asalnya

Ibadah Haji 2020 Tetap Berlangsung dengan Kuota Jemaah Sangat Terbatas

Takut Hasil Reaktif, Tidak Semua Pedagang Pasar Galiran Klungkung Hadir untuk Rapid Test

"Tidak ada orang yang mengganggu proses penyu bertelur ataupun telur-telur penyu tidak terinjak. Namun hal tersebut tetap diawasi, dan yang harus direlokasi akan dibawa ke tempat relokasi," ungkapnya.

Sementara ini sudah banyak terdapat sarang-sarang yang alami.

Tapi yang menjadi permasalahan adalah pada proses penetasan. Karena akhir-akhir ini sedang terjadi cuaca buruk dan gelombang tinggi sehingga banyak telur yang berada di sarang tergerus ombak dan terbawa ke laut.

Saat ini pihaknya mendata 150 sarang yang berisikan kurang lebih 17.000 telur penyu yang sudah di-rescue oleh pihak Kuta Beach Sea Turtle Conservation.

Ini Komentar Bima Sakti Setelah Hasil Drawing Piala Asia U16 Tempatkan Indonesia di Grup Neraka

Rumah Kos Berpeluang Jadi Tempat Penyebaran Covid-19 di Denpasar, Pendataan Duktang Digencarkan

Pemilik Akun Pertama Penyebar Video Dokter Gigi Jadi Tersangka

"Prosesnya tetap dijaga, mulai dari proses penetasan keesokan harinya akan dirilis dan setelah menetas sesegera mungkin akan dikembalikan ke alam," imbuhnya.

Pelepasan tukik-tukik ini dilakukan dengan jumlah tim yang terbatas dan tetap menerapkan beberapa protokol pencegahan Covid-19 seperti menggunakan masker, jaga jarak dan hand sanitizer.

Dia berharap nantinya setelah new normal, kawasan wisata di buka semua wisatawan, pedagang, dan semua orang yang terlibat dan bekerja di sektor pariwisata tetap mematuhi protokol kesehatan agar pariwisata Bali kembali bergeliat. (*)

Penulis: Rizal Fanany
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved