Breaking News:

4 Cara Hindari Pembelian Ponsel Ilegal Pasca Pemberlakuan Aturan IMEI

Pemerintah pun sampai saat ini masih berusaha agar regulasi tersebut bisa berjalan dengan maksimal.

TRIBUNNEWS.COM/FAJAR
ilustrasi seorang perempuan sedang menggunakan ponsel 

TRIBUN-BALI.COM - Efektivitas regulasi blokir ponsel ilegal atau Black Market (BM) melalui IMEI (International Mobile Equipment Identity) saat ini terus dipertanyakan.

Sejak aturan validasi nomer identitas khusus atau IMEI diterapkan sejak 18 April 2020 lalu, masih banyak ponsel BM alias black market yang bisa diaktifkan.

Pemerintah pun sampai saat ini masih berusaha agar regulasi tersebut bisa berjalan dengan maksimal.

Direktur Pengawasan Barang Beredar Dan Jasa Kementerian Perdagangan Ojak Simon Manurung memberikan empat tips kepada konsumen agar bisa menghindari pembelian ponsel BM di toko offline.

Militer AS Terus Lakukan Provokasi di Laut China Selatan, Pejabat Beijing Geram dan Peringatkan Ini

Dua Desa di Tabanan Jadi Zona Merah Rabies Usai 4 Warga Digigit Anjing yang Positif

Pastikan Tahapan Pilkada 2020 Aman dan Lancar, KPU Badung Gelar Rakor Bersama Forkopimda

Selain itu Ojak juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membeli ponsel ilegal.

Masyarakat pun diminta untuk teliti sebelum membeli dan menghindari ponsel ilegal.

Menurutnya, selain pengawasan, pihaknya juga melakukan edukasi kepada konsumen.

Hal ini termasuk melalui pengecekan IMEI yang tertera pada kemasan dan di website Kemenperin.

 "Ada 4 langkah yang bisa dilakukan masyarakat sebelum membeli ponsel, komputer genggam, dan tablet (HKT)," kata Ojak dalam diskusi secara virtual, Rabu (24/6/2020).

Pertama, pastikan nomor IMEI yang tercantum pada kemasan sesuai dengan jumlah kartu SIM yang digunakan.

Halaman
123
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved