Ini Kandungan Nutrisi di Dalam Teh, Bermanfaat Kurangi Stres hingga Jaga Kesehatan Jantung
"Semakin sedikit pemrosesan pada daun teh, semakin banyak kandungan katekin di dalamnya," ucap Sesso.
TRIBUN-BALI.COM - Teh menjadi minuman pilihan banyak orang saat sedang bersantai di sore hari.
Tak hanya membuat pikiran menjadi rileks, minum teh ternyata memiliki sejumlah manfaat kesehatan.
Menurut pakar kesehatan dari Harvard Medical School, Howard Sesso, teh kaya akan katekin yang bermanfaat untuk kebugaran tubuh.
"Semakin sedikit pemrosesan pada daun teh, semakin banyak kandungan katekin di dalamnya," ucap Sesso.
• Persiapan & Persyaratan Ini Mesti Dipenuhi Saat Akan Naik Pesawat Lion Air di Masa Pandemi Covid-19
• Begini Cara yang Benar Pakai Masker untuk Pedagang di Pasar
• Ini Sejumlah Peluang Bisnis yang Bisa Jadi Alternatif dan Menjanjikan di Tengah Pandemi Covid-19
Nutrisi dalam teh
Ada berbagai jenis teh yang biasa dikonsumsi masyarakat, yakni teh hitam, hijau, dan oolong.
Semua jenis teh tersebut mengandung kafein.
Semakin lama teh diseduh semakin tinggi pula kandungan kafeinnya.
Dalam satu cangkir teh hitam biasanya mengandung 48 miligram kafein.
Sementara itu, secangkir teh hijau mengandung 29 miligram kafein dan teh oolong mengandung 38 miligram kafein.
Semua jenis teh juga mengandung beberapa mineral seperti kalium, fosfor, magneisum, natrium, tembaga, dan seng.
Teh juga termasuk sumber fluoride, di mana jumlahnya dapat bervariasi tergantung pada jenis dan jumlah air yang digunakan untuk membuatnya.
Manfaat teh
Meski kandungan mineral dalam teh relatif sedikit, polifenol dalam teh sangat tinggi.
Polifenol merupakan senyawa antioksidan yang membantu mengurangi risiko berbagai penyakit kronis.
Berikut berbagai manfaat teh untuk kesehatan:
• 3 Fakta Gugatan Cerai Sherrin Tharia Untuk Zumi Zola
• Tips Mengurangi Kecanduan Gadget pada Anak
• 5 Sektor Yang Meraup Keuntungan Besar di Tengah Pandemi Covid-19
1. Mengontrol berat badan
Beberapa penelitian menunjukkan kafein dan katekin, sejenis polifenol, dalam teh dapat membantu menurunkan berat badan.
Melansir web MD, katekin dalam teh dapat meningkatkan metabolisme yang membantu tubuh memecah lemak lebih cepat.
Selain itu, kafein dalam teh juga meningkatkan penggunaan energi yang memicu pembakaran kalori.
2. Menjaga kesehatan jantung
Melansir Harvard Medicl School, minum teh mebantu menurunkan risiko penyakit jantung.
Polifenol dalam teh juga membantu meningkatkan fungsi pembuluh darah sehingga mengurangi mengurangi risiko stroke.
Senyawa ini juga membantu menyeimbangkan tingkat kolesterol dalam tubuh yang turut melindungi kesehatan jantung.
3. Mengurangi risiko diabetes
Beberapa penelitian menunjukkan katekin dalam teh hijau dapat membantu menjaga kadar gula darah sehingga membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2.
Peneliti percaya bahwa kandungan polifenol dalam teh dapat meningkatkan aktivitas insulin yang membantu menyeimbangkan kadar gula dalam darah.
Riset 2009 yang dilakukan di Belanda juga membuktikan konsumsi teh sebanyak tiga cangkir per hari juga membantu mengurangi risiko diabetes hingga 40 persen.
Namun, faktor lain seperti pola makan dan rutinitas olahraga juga turut menentukan risiko kita terkena diabetes.
4. Mengurangi stres
Teh juga mengandung zat gizi mikro yang disebut flavonoid yang dapat membantu bagian-bagian tubuh berfungsi lebih baik.
Ada banyak jenis flavonoid dan masing-masing memiliki sifat kesehatan yang berbeda, salah satunya theanine.
Theanine dapat membantu mengendalikan tekanan darah dan menurunkan stres.
Efek samping teh Meski memiliki banyak manfaat, tralu banyak mengonsumsi teh juga menimbulkan efek samping serius.
Pasalnya, teh mengadung kafein. Jika dikonsumsi berlebihan bisa emmicu gugup, gelisah, dan menganggu kualitas tidur.
Selain itu, konsumsi teh berlebihan juga bisa memicu gangguan pencernaan.
Teh juga bisa berinteraksi dengan obat-obatan tertentu dan meningkatkan efek kafein dalam tubuh.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Manfaat Teh, Redakan Stres hingga Jaga Kesehatan Jantung",