Kenali Gejala Penyakit Tekanan Darah Tinggi, Faktor Risiko dan Cara Pencegahannya
seseorang dikatakan mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi saat hasil pengukuran tensinya di atas rata-rata normal 120/80 mmHg,
TRIBUN-BALI.COM - Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyebab utama munculnya penyakit jantung, stroke, atau vertigo.
Melansir Web MD, seseorang dikatakan mengalami hipertensi atau tekanan darah tinggi saat hasil pengukuran tensinya di atas rata-rata normal 120/80 mmHg, perinciannya:
-Hipertensi tingkat satu: 130-139/80-89 mmHg
-Hipertensi tingkat dua: lebih dari 140/90 mmHg
• Update Harga HP Samsung Terbaru Akhir Juni 2020, Seri Galaxy A21s Rp 2 Jutaan dan Ini Spesifikasinya
• Hubungan Kian Memanas, Kawasan Asia Tenggara Bakal Jadi Arena Konflik antara China dengan AS?
• Jembatani Hobi Melayangan di Masa Pandemi, Kadek Suprapta Gelar Lomba Layangan Virtual
-Darurat hipertensi: lebih dari 180/120 mmHg
Jika tekanan darah Anda berada di atas kisaran normal, ada baiknya segera berkonsultasi ke dokter.
Berikut gejala hipertensi, penyebab hipertensi dan faktor risikonya yang perlu Anda ketahui.
Gejala hipertensi Hipertensi kerap disebut sebagai pembunuh diam-diam (silent killer) karena gejalanya bervariasi dan mirip penyakit lainnya.
Melansir Infodatin Hipertensi oleh Kementerian Kesehatan, beberapa gejala hipertensi yang umum di antaranya:
-Sakit kepala
-Rasa berat di tengkuk
-Pusing atau vertigo
-Jantung berdebar-debar
-Mudah lelah
-Penglihatan kabur
-Telinga berdenging
-Mimisan
• Maluku Utara Akan Miliki Industri Bahan Baku Baterai Mobil Listrik, Jadi yang Pertama di Indonesia
• Siapakah Yang Lebih Sering Berselingkuh, Pria atau Wanita?
• 9 Drama Korea Tayang Juli 2020, Flower of Evil Paling Dinantikan Kehadirannya
Berdasarkan faktor penyebabnya, hipertensi dibedakan menjadi dua, yakni hipertensi primer dan sekunder.
Hipertensi primer atau hipertensi esensial terjadi pada 90 persen penderita penyakit tekanan darah tinggi.
Penyebab hipertensi primer tidak diketahui dengan pasti.
Namun, umumnya penyebab hipertensi primer adalah faktor gaya hidup dan pola makan.
Sedangkan hipertensi sekunder adalah tekanan darah tinggi yang dipicu suatu kondisi atau penyakit.
Hipertensi ini dialami belasan persen penderita masalah tekanan darah tinggi.
Secara garis besar, beberapa penyebab hipertensi umum, di antaranya:
-Merokok
-Kelebihan berat badan atau obesitas
-Kurang bergerak
-Konsumsi garam berlebihan
-Konsumsi alkohol berlebihan
-Stres
-Pertambahan usia
-Punya keluarga dengan riwayat hipertensi
-Penyakit ginjal kronis
-Gangguan kelenjar tiroid
-Sleep apnea
Faktor risiko hipertensi adalah beberapa risiko yang bisa memicu kondisi tekanan darah tinggi.
Faktor risiko tersebut ada yang bisa dikendalikan dan tidak.
Menurut Mayo Clinic, ada beberapa risiko yang tidak bisa dikendalikan, di antaranya usia dan faktor keturunan.
Hipertensi biasanya lebih rentan menyerang orang berusia 64 tahun ke atas.
Penyakit tekanan darah tinggi juga kerap mampir pada orang yang punya keluarga dengan riwayat hipertensi.
Selain faktor risiko hipertensi yang tidak bisa dikendalikan, ada faktor risiko hipertensi yang bisa dikendalikan seperti berat badan sampai kebiasaan merokok
Untuk mencegah penyakit hipertensi, coba kendalikan atau kontrol beberapa hal dengan cara berikut:
-Jaga berat badan tetap ideal
-Aktif bergerak dan rajin olahraga
-Setop merokok
-Batasi konsumsi garam maksimal 1 sendok teh atau 5 gram per hari
-Batasi konsumsi alkohol maksimal segelas per hari
-Minimalkan stres
-Kendalikan penyakit jantung, diabetes, dan sleep apnea
Penyakit hipertensi yang tidak dikendalikan bisa memicu komplikasi penyakit jantung, stroke, stroke, serta masalah daya ingat.
Cegah tekanan darah tinggi dengan rajin mengecek tensi, hindari penyebab hipertensi, dan faktor risikonya sebelum terlambat.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penyebab Hipertensi dan Faktor Risikonya",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-hipertensi_20150424_182837.jpg)