Lakukan Pembunuhan Terhadap Abdi Arizi di Kerobokan, Seniks dan Semi Dituntut 14 Tahun Penjara

Lakukan Pembunuhan Terhadap Abdi Arizi di Kerobokan, Seniks dan Semi Dituntut 14 Tahun Penjara

Istimewa
Kondisi TKP yakni Gudang besi di jalan Raya Muding Indah, lingkungan Kerobokan Kaja Sabtu (2/11/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nyoman Agus Pradnyana melayangkan tuntutan 14 tahun penjara terhadap terdakwa Seniks Simri Octavianus alias Seniks (25) dan Semi Adibu Oktavianus alias Semi (27). Kedua terdakwa asal Oebatu, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur dinilai bersalah melakukan pembunuhan terhadap korban, Abdi Arizi.

Demikian disampaikan Jaksa Agus Pradnyana saat membacakan surat tuntutan dalam sidang yang digelar secara virtual di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (25/6). Terhadap tuntutan jaksa itu, para terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar langsung menangapinya melalui pledoi (pembelaan) tertulis.

Kepada majelis hakim pimpinan Hakim Kony Hartanto, pada intinya Aji Silaban selaku anggota penasihat hukum memohon keringanan hukuman terhadap kedua kliennya tersebut dengan beberapa pertimbangan. Yakni kedua terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya. Juga para terdakwa telah meminta maaf kepada pihak keluarga korban.

Menanggapi pembelaan dari tim penasihat hukum para terdakwa, Jaksa Agus Pradnyana menegaskan tetap pada tuntutan yang telah diajukannya. Usai para pihak saling menanggapi, majelis hakim menunda sidang dan akan kembali dilanjutkan pekan depan, mengagendakan pembacaan putusan.

Sementara itu dalam surat tuntutannya, Jaksa Agus Pradnyana menyatakan, bahwa terdakwa Seniks dan Semi telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta dengan sengaja telah merampas nyawa orang lain. Atas perbuatannya, kedua terdakwa dijerat Pasal 338 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Menuntut, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Seniks Simri Octavianus alias Seniks dan Semi Adibu Oktavianus alias Semi dengan pidana penjara selama 14 tahun, dikurangi selama keduanya berada dalam tahanan, dengan perintah tetap ditahan," tegas Jaksa Agus Pradnyana.

Diungkap dalam surat dakwaan jaksa, peristiwa berdarah itu terjadi di mess gudang besi PT. Supra Bintang Utama, Jalan Muding Mundeh, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, 1 Nopember 2019 sekitar pukul 23.00 Wita. Berawal ketika terdakwa Semi terlibat adu mulut karena kesalahpahaman dengan Andi Duro (belum diketahui keberadaannya). Saat itu terdakwa Semi menghubungi terdakwa Seniks untuk datang ke gudang besi tersebut.

Tak berselang lama Seniks datang dengan membawa parang yang dibawanya dari rumah dan langsung menuju lantai II. Dimana saat itu, di lantai II, korban Abdi Arizi sedang menengahi pertengkaran antara Semi dan Andi Duro. Ketika Seniks tiba di lantai II, tanpa babibu langsung menebas Abdi Arizi beberapa kali. Dibarengi Semi yang memukul kepala Abdi Arizi dengan potongan besi double stick berulang kali.

Melihat kejadian itu, Andi Duro dengan menggunakan pedang dibantu Sugianto alias Toing (saksi) yang menggunakan besi beton menyerang kedua terdakwa itu. Saat penyerangan itu pedang Andi Duro terlepas, kemudian diambil oleh terdakwa Seniks dan berbalik menyerang Andi Duro dan Sugianto. Mendapat serangan itu Andi Duro dan Sugianto pun kabur meninggalkan mess.

Sementara saat itu, korban Abdi Arizi berjalan turun ke lantai I hendak menyelamatkan diri menuju kamarnya dengan kondisi kepala terluka dan mengeluarkan banyak darah. Namun naas, korban yang sempat mendapat perawatan akhirnya meninggal pada tanggal 10 Nopember 2019 sekitar pukul 20.00 Wita di RSUP Sanglah. CAN

Penulis: Putu Candra
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved