Corona di Bali
KM Tonasa Line XVIII Dikarantina 14 Hari di Terminal Khusus Pelabuhan Celukan Bawang Buleleng
Saat kapal sandar, pihaknya bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Celukan Bawang langsung menerapkan SOP berupa melakukan cek kesehatan
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA – Pasca adanya satu anak buah kapal (ABK) asal Sulawesi Selatan yang positif virus corona (PDP 113), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Celukan Bawang saat ini melakukan karantina kepada 21 ABK lainnya.
Mereka dikarantina di atas kapal selama 14 hari.
Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Celukan Bawang, I Made Oka dikonfirmasi Jumat (26/6/2020) mengatakan, kapal bermuatan semen KM Tonasa Line XVIII itu betolak dari Pelabuhan Biringkassi, Sulawesi Selatan, dan berlabuh di Pelabuhan Celukan Bawang pada Senin (22/6) lalu.
Saat kapal sandar, pihaknya bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Celukan Bawang langsung menerapkan SOP berupa melakukan cek kesehatan kepada 22 ABK yang ada di kapal tersebut.
• Perawat dan Bidan pada Layanan Kesehatan di Kecamatan Kubu Karangasem Positif Covid-19
• Polres Badung Serahkan 170 paket Sembako Kepada Purnawirawan Polri, Warakauri dan Kaum Disabilitas
• Miliki 200 Unit Kontrakan, Tukul Arwana Kantongi Pendapatan Setengah Miliar per Bulan
Seperti mengukur suhu tubuh dan rapid test.
Hingga akhirnya pihaknya berhasil menemukan satu ABK berinisial AA (21) yang hasil rapid testnya reaktif.
Atas temuan itu, AA langsung dibawa ke RS Pratama Giri Emas untuk di test swab, dan hasilnya dinyatakan positif terinfeksi virus corona.
“Dengan adanya temuan itu, 21 rekan ABKnya saat ini tidak diperbolehkan turun dari kapal. Mereka harus menjalani karantina selama 14 hari di atas kapal. KKP Kelas I Denpasar sudah melakukan penyemprotan disinfektan di kapal tersebut. Sementara untuk logistik selama menjalani karantina ditanggung oleh perusahaannya,” jelas Oka.
Terkait semen yang dimuat oleh kapal, Oka menyebut tetap diturunkan menggunakan peralatan khusus. Sehingga dipastikan para ABK yang ada di kapal tersebut tidak melakukan kontak dengan orang lain.
Bongkar muat barang ini diperkirakan membutuhkan waktu selama empat hari.
“Kapal itu saat ini sandar di terminal khusus. Barangnya juga diturunkan dengan mesin, jadi tidak menggunakan tenaga buruh,” jelasnya.
Bila saja masa karantina selama 14 hari sudah selesai, Oka menyebut 21 ABK itu akan dirapid test ulang untuk memastikan mereka terbebas dari paparan virus corona.
Pun pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Gugus Tugas Penanganan Covid apakah kapal sudah diperbolehkan kembali ke Sulawesi Selatan, atau tetap bersandar di Pelabuhan Celukan Bawang untuk menunggu satu ABKnya hingga dinyatakan sembuh.
Disisi lain, Sekda Buleleng juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa mengatakan, sebagian besar orang yang terkonfirmasi positif virus corona atau covid-19 di Buleleng tidak bergejala.
• IDI Ungkap Tenaga Medis & Dokter Meninggal Akibat Corona di Indonesia Paling Tinggi di Asia Tenggara
• Hari Ini 7 Provinsi Laporkan Tak Ada Penambahan Kasus di Wilayahnya
• Serangkaian Hari Bhayangkara ke-74, Polres Bangli Bagikan 274 Paket Sembako di 11 Lokasi
Dari jumlah pasien yang terkonfirmasi positif di Buleleng, 83.3 persen diantaranya adalah Orang Tanpa Gejala (OTG).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/km-tonasa-line-xviii-bersandar-di-terminal-khusus-pelabuhan-celukan-bawang.jpg)