Corona di Bali

Sejumlah Satgas Gotong Royong di Gianyar Tak Maksimal

Di tengah kasus Covid-19 yang terus merebak, sejumlah Satgas Gotong-royong Desa Adat kini tak berjalan maksimal.

Istimewa
Foto: Satgas Covid-19 Gianyar menurunkan jenazah pasien Covid-19 sebelum dimakamkan di Desa Blahbatuh, Gianyar, Sabtu (27/6/2020) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sebuah ironi terjadi di tengah pandemi Covid-19 di Kabupaten Gianyar, Bali.

Bahkan di tengah kasus Covid-19 yang terus merebak, sejumlah Satgas Gotong Royong Desa Adat kini tak berjalan maksimal.

Ada yang hanya sebuah formalitas tanpa memastikan protokol pencegahan Covid-19 berjalan baik di wilayahnya.

Ada pula yang hanya berjaga saat malam hari, padahal mobilitas masyarakat lebih banyak terjadi saat siang hari.

Solidaritas di Tengah Pandemi Covid-19, 10.000 Bibit Sayuran Dibagikan Secara Gratis

Sengketa Perbatasan, China Rawan Berkonflik dengan 17 Negara Tetangga Ini, Termasuk dengan Indonesia

Kasus Covid-19 Catat Penambahan Tertinggi, Total 52.812 Kasus, Jawa Timur Lampaui Jakarta

Pantauan Tribun Bali sejak beberapa hari ini, tak maksimalnya Satgas Gotong Royong Covid-19, hampir terjadi di setiap kecamatan di Gianyar, Bali.

Bahkan ironinya, hal tersebut juga terjadi di daerah yang warganya terjangkit Corona.

Dimana mereka hanya melakukan pengawasan saat malam hari.

Selain itu, saat Tribun Bali mendatangi sejumlah desa adat di Kecamatan Gianyar, terlihat hanya poskonya saja yang mentereng, dilengkapi tempat mencuci tangan, namun tidak terlihat orangnya sama sekali saat siang hari.

Situasi lebih ironi lagi terjadi di Kecamatan Tampaksiring, sejumlah desa adat hanya berjaga saat sore hari.

Menurut keterangan sejumlah anggota satgasnya, hal itu terjadi karena mereka ‘ngambul’, akibat masyarakat yang selalu membandel.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved