Breaking News:

Beban Puncak Hanya 640 MW, PLN UID Bali Optimistis New Normal Bawa Angin Segar

GM PLN UID Bali, Adi Priyanto, optimistis new normal akan membawa angin segar bagi perekonomian Bali.

Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
GM PLN UID Bali, Adi Priyanto 

Cadangan PLN juga sangat siap hingga 2030-2040 mendatang, karena untuk cadangannya sangat besar.

“Jadi nanti Jawa Bali Connection (JBC), 2024-2025 lah diharapkan rampung. Sehingga keandalan listrik di Bali bisa lebih baik ke depannya. Bahkan jikalau nanti beban puncak menyentuh 1.400-1.500 MW,” sebutnya.

Denpasar Tambah 11 Kasus Positif Covid-19, Semua Transmisi Lokal

Dewan Klungkung Minta Pemkab Gelar Rapid Test di Setiap Pasar Tradisional

Hiburan Malam Dilarang, Dispar Longgarkan Semua Kawasan Pantai di Badung

Beban puncak, saat ini turun dari tahun 2019 pernah menyentuh 980 MW.

Kini hanya 640-650MW bahkan sempat 620MW saja.

“Turunnya 30 persen untuk beban puncak,” imbuhnya.

Turunnya beban puncak, disebabkan beberapa pelanggan yang semula menggunakan listrik hingga malam kini tidak lagi pakai listrik.

Hal ini karena adanya pembatasan jam malam.

Apalagi pengguna besar, seperti industri perhotelan juga tidak jalan saat ini karena pandemi.

Sehingga menyebabkan beban puncak di malam hari, antara jam 6 sore sampai 10 malam menurun sekitar 30 persen.

Sidang Vonis Kasus Penganiayaan Novel Baswedan Bakal Digelar 16 Juli, Hakim Diharapkan Independen

BREAKING NEWS - Giri Prasta Laporkan Masalah Pembakaran Bendera PDIP di Jakarta

“Beban rumah tangga malah naik, karena diam di rumah kan. Energi di rumah tangga itu cukup naik sekitar 2,7 persen naiknya,” katanya.

Halaman
123
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved