Empat Desa di Buleleng Masuk Zona Merah Kasus Rabies

Dinas Pertanian Buleleng menetapkan empat desa yang ada di Kabupaten Buleleng, Bali, sebagai zona merah kasus rabies

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kepala Dinas Pertanian Buleleng, Made Sumiarta. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Pertanian Buleleng menetapkan empat desa yang ada di Kabupaten Buleleng, Bali, sebagai zona merah kasus rabies.

Empat desa itu diantaranya Desa Gitgit Kecamatan Sukasada, Desa Sangsit Kecamatan Sawan, Desa Banyupoh Kecamatan Gerokgak, dan desa Joanyar Kecamatan Seririt.

Keempat desa ini menjadi prioritas program vaksinasi rabies tahun 2020.

Kepala Dinas Pertanian Buleleng, I Made Sumiarta mengatakan, sejak Januari hingga saat ini, sudah ada enam kasus gigitan anjing rabies di Buleleng.

RSPTN Unud Tengah Merawat 7 Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19

KSOP Padang Bai Dalami Kasus Temuan Tabung Elpiji di KMP Dharma Rucitra III

Anggaran Covid-19 di Bangli Sudah Terserap Rp 28 Miliar, Dapat Tambahan Rp 3 Miliar dari Provinsi

Kasus itu terjadi di empat desa tersebut.

“Zona merah menjadi prioritas vaksinasi massal. Selain itu juga ada 11 desa lain yang berbatasan langsung dengan zona merah juga kami utamakan untuk menekan penyebaran rabiesnya,” katanya, Selasa (30/6/2020).

Zona merah rabies saat ini, diakui Sumiarta mengalami perubahan pola.

Sebelumnya, kasus rabies banyak terjadi di daerah perbukitan.

Namun sejak dua tahun belakangan ini justru banyak terjadi di daerah dataran rendah, yang minim hutan rimbun.

Hal ini terjadi lantaran banyak masyarakat yang mulai membuang anak anjing di tempat-tempat umum seperti TPST hingga kuburan.

Halaman
12
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved