Virus Corona

AS Borong Obat Remdesivir HIngga Nyaris Ludes, Tak Sisakan Stok Buat Negara Lainnya

Para ahli khawatir dengan tindakan AS ini dan membayangkan implikasi lebih luas, misalnya saat vaksin tersedia.

Istimewa/ANTARA/REUTERS/HO-Gilead Sciences Inc/aa
Teknisi lab menyusun botol berisi obat virus corona (Covid-19) pengembangan remdesivir di Gilead Sciences, La Verne, California, AS (18/3/2020). 

TRIBUN-BALI.COM- Amerika Serikat sudah memborong hampir seluruh persediaan obat yang disetujui untuk pengobatan pasien Covid-19 yaitu Remdesivir.

Hampir semua persediaan diambil tanpa menyisakan negara lainnya.

Dikutip dari The Guardian, AS membelinya untuk persediaan tiga bulan ke depan tanpa menyisakan untuk Inggris, Eropa, bahkan sebagian besar negara lainnya.

Para ahli khawatir dengan tindakan AS ini dan membayangkan implikasi lebih luas, misalnya saat vaksin tersedia.

Sebab pemerintahan Donald Trump sudah menunjukkan sikap untuk mengalahkan semua negara dan mengamankan pasokan medis untuk AS sendiri.

"Mereka mendapatkan akses ke sebagian besar pasokan obat (dari remdesivir), jadi tidak ada apa pun untuk Eropa," kata Dr. Andrew Hill, seorang peneliti senior.

Remdesivir merupakan obat pertama yang disetujui otoritas AS untuk mengobati penderita Covid-19.

Obat potensial ini diproduksi oleh Gilead dan telah terbukti membantu memulihkan penderita corona lebih cepat.

Adapun 140.000 dosis pertama dikirim untuk uji coba ke seluruh dunia.

Kini pemerintahan Trump telah membeli lebih dari 500.000 dosis.

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved