Breaking News:

Jualan Sarana Upakara, Mangku Tastri Diduga Ditipu Pembeli Dengan Uang Mainan

Jualan Sarana Upakara, Mangku Tastri Diduga Ditipu Pembeli Dengan Uang Mainan

ist
Korban penipuan, Mangku Nyoman Tastri menunjukan uang mainan yang diduga ia terima dari seorang pembeli 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA- Malang betul nasib yang dialami oleh nenek Mangku Nyoman Tastri.

Pedagang perlengkapan sarana upakara di pinggir jalan Banjar Dinas Delod Lurung, Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt ini diduga ditipu oleh seorang pembeli dengan uang mainan pecahan Rp 50 ribu.

Kasus yang menimpa wanita malang ini kontan viral disosial media, pada Kamis (2/7).

Dikutip dari postingan yang diunggah oleh Andy Karyasa Wayan di akun Instagramnya, selain menerima uang mainan pecahan Rp 50 ribu, Mangku Nyoman Tastri bahkan sempat memberikan uang kembalian kepada pelaku sebesar Rp 40 ribu.

Sayang, saat hendak dikonfirmasi terkait kejadian ini, Andy Karyasa Wayan tidak membalas pesan yang dikirim oleh wartawan Tribun Bali.

Sementara Kapolsek Seririt, Kompol I Gede Juli mengaku baru mengetahui kejadian ini di sosial media.

Saat ini, pihaknya sedang melakukan penelusuran, termasuk mencari korban Mangku Nyoman Tastri untuk mengetahui kronologi sebenarnya.

"Korban akan segera kami mintai keterangan, termasuk yang memposting informasi ini di sosial media. Jadi kami belum mengetahui persis permasalahannya seperti apa," jelasnya.

Senada dengan Kapolsek, Camat Seririt, Nyoman Agus Tri Kartika Yuda juga mengaku belum mengetahui secara pasti kronologi dari kasus dugaan penipuan dengan uang mainan tersebut.

Namun ia sangat menyayangkan jika hal itu benar saja terjadi, mengingat korban adalah orangtua yang sudah renta, dengan penghasilan kecil.

Kasus penipuan dengan uang mainan, sudah dua kali terjadi di Kecamatan Seririt.

Sebelumnya, kasus serupa menimpa seorang pedagang canang di pinggir jalan Banjar Dinas Kundalini, Desa Ume Anyar, Kecamatan Seririt bernama Gusti Made Suni (80), pada awal Januari lalu.

Nenek malang ini ditipu dengan uang mainan pecahan Rp 20 ribu. Pelaku mulanya berpura-pura membeli canang seharga Rp 5 ribu, sehingga Gusti Made Suni harus memberikan kembalian sebesar Rp 15 ribu. Malangnya, uang mainan itu baru disadari oleh korban, saat pelaku sudah pergi.

Mengingat kasus tersebut, sudah dua kali terjadi di wilayah Kecamatan Seririt, Agus akan mengintruksikan kepada seluruh perbekel yang ada di wilayah Kecamatan Seririt, serta pengelola pasar, untuk memberikan sosialisasi kepada seluruh pedagang agar lebih waspada. Ia juga mendesak kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut kasus tersebut.

"Kejadian ini akan kami sebarluaskan kepada seluruh pedagang, baik yang berjualan di pasar dan luar pasar, agar lebih waspada dan lebih teliti saat melayani pembeli," tutupnya. (rtu)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved