Breaking News:

Corona di Bali

Pemprov Bali Keluarkan Kebijakan Dukung Sektor UKM Terdampak Covid-19, Termasuk Pemberian Stimulus

Selain sektor pariwisata, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Bali juga merasakan dampak Covid-19 selama beberapa bulan terakhir.

Dokumentasi Pemprov Bali
Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) menjadi salah satu panelis dalam Government Rountable Series Covid-19: New, Next, Post secara virtual dengan tema “UKM Bali Pasca Covid-19”, Denpasar, Kamis (2/7/2020) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah memukul sektor ekonomi di masyarakat Bali yang didominasi oleh sektor pariwisata.

Selain sektor pariwisata, Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Bali juga merasakan dampak  Covid-19 selama beberapa bulan terakhir.

Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) mengatakan, untuk membantu para pengerajin, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mengeluarkan berbagai regulasi yang bersifat relaksasi sehingga meringankan UKM yang terdampak pandemi.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur Bali pada masa pandemi ini untuk mendukung sektor UKM, meliput relaksasi pajak, kemudahan regulasi, bantuan modal, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), bantuan teknologi dan promosi UMKM.

Pemkab Banyuwangi Salurkan Insentif Rp 3,9 miliar Bagi Tenaga Kesehatan

Pendapatan Perumda Pasar MGS Badung Menurun Akibat Dampak Pandemi Covid-19

Permintaan Cok Ace, Pilkada Serentak 2020 di Bali Dilaksanakan Sesuai Protokol Kesehatan Covid-19

Wagub yang juga Penglingsir Puri Ubud ini juga menjelaskan, kebijakan tersebut diperkuat dengan dikeluarkannya surat edaran nomor 065/447/DISKOP/2020 tentang Penangguhan Penagihan Pinjaman untuk Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, serta stimulus ekonomi sebesar Rp 220 miliar.

“Berbagai kebijakan tersebut dikeluarkan mengingat sektor UKM berperan sangat penting untuk perekonomian Bali,” jelas Wagub Cok Ace saat menjadi salah satu panelis dalam Government Rountable Series Covid-19: New, Next, Post secara virtual dengan tema “UKM Bali Pasca Covid-19”, Denpasar, Kamis (2/7/2020).

Wagub Cok Ace yang juga sebagai Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali itu mengingatkan, bahwa UMKM menjadi penyelamat saat terjadi saat Bom Bali 1 dan 2 serta berbagai musibah yang berdampak pada pariwisata Bali.

“Sektor UMKM lah penyelamatnya,” ujar Cok Ace dalam webminar yang juga menghadirkan Bupati Bangli, I Made Gianyar; Perwakilan bupati/walikota; Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bali ,Trisno Nugroho sebagai pembicara serta dipandu oleh Hermawan Kartajaya.

Bahkan jauh sebelum Covid-19, Pemprov telah mengeluarkan kebijakan yang sangat memperhatikan UMKM seperti Pergub Nomor 79 tahun 2018 tentang Hari Penggunaan Busana Adat Bali dan Pergub Nomor 99 tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatn Produk Lokal Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Melalui peraturan tersebut, Cok Ace mengaku bahwa UMKM di Bali makin menggeliat.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved