Breaking News:

Corona di Bali

Insentif Tenaga Medis di Buleleng yang Menangani Covid-19 Belum Diverifikasi Pusat

Hingga saat ini, Kemenkes RI belum memberikan informasi kepada Pemkab, siapa-siapa saja yang akan menerima insentif tersebut.

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi rapid test - Covid-19. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng hingga saat ini masih menunggu verfikasi data dari Kementerian Kesehatan RI terkait pemberian insentif kepada para tenaga medis, yang terlibat langsung dalam penanganan pasien virus corona.

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa pada Jumat (3/7/2020) mengatakan, Dinas Kesehatan Buleleng telah mengirim data petugas medis, maupun tim surveillance yang diusulkan untuk menerima insentif melalui aplikasi Kemenkes.

Jumlahnya sebut Suyasa cukup banyak.

Namun hingga saat ini, Kemenkes RI belum memberikan informasi kepada Pemkab, siapa-siapa saja yang akan menerima insentif tersebut.

Bila saja, ada beberapa petugas medis yang tidak mendapatkan insentif dari pusat, maka akan menjadi tanggungan Pemkab Buleleng.

"Kami masih menunggu verifikasi dari Kemenkes, agar tau siapa-siapa saja yang menerima insentif dari pusat, dan siapa yang akan menjadi tanggung jawab kabupaten. Pastinya cleaning servis dan tenaga teknis lainnya yang terlibat dalam penanganan covid-19 juga ikut diusulkan. Karena belum ada kepastian siapa yang akan menerima insentif dari pusat, kami di kabupaten juga belum bisa menentukan akumulasi anggaran yang harus disiapkan berapa," terang Suyasa.

Dikutip dari Keputusan Kemenkes RI Nomor HK.01.07/MENKES/278/2020, jumlah insentif yang diterima oleh tenaga medis yang menangani pasien covid-19 bervariasi.

Seperti dokter spesialis, setinggi-tingginya mendapatkan sebesar Rp 15 juta.

Dokter umum maksimal Rp 10 juta, bidan dan perawat Rp 7.5 juta, analis kesehatan di Laboratorium dan radiografer sebesar Rp 5 juta.

Di sisi lain, sebagai persiapan jelang New Normal khususnya dibidang pariwisata, Suyasa menyebut pihaknya telah membentuk tim verifikasi, untuk menerbitkan sertifikat bebas covid-19, yang wajib untuk dikantongi oleh para pelaku usaha wisata.

Halaman
123
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved