Breaking News:

Corona di Bali

Pembagian Sembako Berimbas Pada Meningkatnya Harga Telur Ayam

Harga telur ayam di kalangan peternak akhir-akhir ini mengalami peningkatan.

Istimewa
Foto : Seorang pekerja di peternakan milik Gede Yudi Kristiadi saat memberi pakan ayam petelur, Kamis (2/7/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Harga telur ayam di kalangan peternak akhir-akhir ini mengalami peningkatan.

Berdasarkan informasi, harga terlur ayam bahkan sempat menyentuh angka Rp. 43 ribu per krat atau Rp. 23 ribu per kilogram.

Melonjaknya harga telur ayam, salah satunya dipengaruhi oleh tingginya permintaan untuk kebutuhan pembagian sembako ditengah pandemi Covid-19.

Salah satu peternak telur ayam, I Gede Yudi Kristiadi mengatakan, meroketnya harga telur ayam telah terjadi sejak sepekan lalu.

Saham Amazon Melejit 4 Persen, Kekayaan Jeff Bezos Melonjak Rp 2.526,8 Triliun

Positif Covid-19 Bangli Tembus 151 Kasus

Ramalan Shio 3 Juli 2020, Shio Kambing Lebih Kreatif, Shio Ayam Berhati-hatilah

Peternak asal Banjar Tanggahan Tengah, Desa Sulahan, Susut juga tidak menampik jika peningkatan harga dipengaruhi oleh gencarnya pembagian sembako.

Baik dari Instansi pemerintahan, swasta, ataupun perseorangan.

“Rata-rata jenis telur yang digunakan untuk pembagian sembako adalah telur ukuran tanggung. Harganya saat ini berkisar Rp. 38 ribu hingga 39 ribu. Sedangkan harga untuk telur ayam ukuran besar saat ini Rp. 40 ribu hingga Rp. 41 ribu,” ucapnya, Kamis (2/7/2020).

Tingginya permintaan justru timpang dengan produksi telur yang dihasilkan.

Kata Yudi, hal tersebut disebabkan banyak peternak yang mengurangi populasi ayam.

Sebab pada awal merebaknya pandemi Covid-19, harga telur ayam cenderung anjlok.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved