Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Enggan Pakai Masker? Coba Lihat Percobaan Ini

Dalam menghadapi pandemi Covid-19, WHO telah meminta masyarakat untuk melakukan langkah preventif yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga

Tayang:
Pexels
Ilustrasi wanita pakai masker. 

TRIBUN-BALI.COM - Dalam menghadapi pandemi Covid-19, WHO telah meminta masyarakat untuk melakukan langkah preventif yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Sayangnya, tak semua masyarakat mengindahkan peringatan ini dan tidak menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar.

Hal ini tidak terjadi di Indonesia saja, warga Amerika, khususnya mereka yang berpandangan konservatif, begitu terobsesi pada kebebasan sehingga cenderung tidak mau diatur.

Ribuan orang Amerikamengabaikan langkah sosial dan menolak memakai alat pelindung diri (APD) seperti masker wajah atau sarung tangan karet.

Alasannya, karena mereka tidak menyukai ketidaknyamanan dan karena hal itu dianggap hak setiap orang untuk memilih memakai masker atau tidak.

Akibatnya Amerika membayarnya dengan kenaikan jumlah warga yang terinfeksi virus corona yakni hingga lebih dari 2,5 juta kasus di AS saja.

Yayasan SOS Buat 600 Nasi Bungkus Per Hari, Dibagikan ke Warga yang Isolasi Mandiri Akibat Covid-19

Jro Mangku Ditemukan Tidak Sadarkan Diri di Kolam Pura Dalem Pemuteran

Banyu Pinaruh, Polisi Jaga Ketat Kawasan Pengelukatan Tirta Empul Tampaksiring

Memakai masker memang membuat kita merasa tidak nyaman.

Namun untungnya beberapa orang mau mengorbankan rasa tidak nyamannya itu demi menjaga kesehatan bersama.

Tapi, buat kamu yang masih suka ngeyel dan enggan memakai masker, seorang ilmuwan Amerika baru-baru ini berbagi eksperimen yang membuktikan betapa bergunanya APD dalam mencegah penyebaran penyakit, dan mengapa masih sangat penting untuk memakai masker.

Rich Davis, seorang ahli mikrobiologi dari negara bagian Washington, membagikan 'demo sederhana' ini untuk menunjukkan seberapa efektif masker dalam menghentikan tetesan pernapasan.

Ketika kamu batuk, bersin, atau bahkan berbicara, pada dasarnya kamu sudah menyebarkan bakteri atau virus ke udara.

Itulah mengapa sangat penting untuk menutup mulut saat bersin, karena jika tidak, maka kamu telah menembakkan kuman ke udara.

“Saya menyadari bahwa demo sederhana ini bukan cara untuk mengultur virus atau mendefinisikan model penyebaran SARS-CoV-2. Tetapi koloni bakteri normal dari mulut / tenggorokan saya menunjukkan penyebaran droplet, dan bagaimana masker dapat menghambatnya,” ujar Davis dalam Tweetnya.

Buka Rekening Khusus Tabungan, Cara Berhemat agar Bisa Menabung di Tengah Pandemi Covid-19

Misa New Normal, Umat Katolik di Denpasar Terharu Bisa Kembali Terima Komuni Langsung

Persyaratan Masuk Bali Melalui Bandara Ngurah Rai Dilonggarkan

Bersamaan dengan Tweet tersebut, Davis membagikan gambar bagaimana bakteri terlihat dalam droplet yang disebarkan manusia karena satu kali bersin, menyanyi selama satu menit, berbicara selama satu menit dan batuk sebanyak dua kali.

Dalam gambar, terlihat betul betapa banyak bakteri yang menempel pada percobaan tanpa masker.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved