Apakah Penyakit Asam Urat Bisa Sebabkan Kematian? Begini Penjelasannya

Gejala asam urat ditandai dengan adanya hiperurusemia atau peningkatan kadar asam urat dalam darah yang melebihi batas normal.

kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Penyakit gout atau asam urat merupakan penyakit kronis yang tandanya nyeri sendi dan sakit apabila digerakkan.

Gejala asam urat ditandai dengan adanya hiperurusemia atau peningkatan kadar asam urat dalam darah yang melebihi batas normal.

Kadar asam urat normal pada pria pada umumnya, yakni 7,0 mg/dL. Sementara, kadar asam urat normal pada wanita adalah 5,7 mg/dL.

Penyakit asam urat tidak secara langsung menyebabkan kematian, tapi jika kadar asam urat ini dibiarkan terus tinggi dapat menimbulkan komplikasi asam urat yang berakibat kematian.

Kisah Satgas Gotong Royong Banjar Serokadan Bangli Saat Ada Lonjakan Kasus Akibat Alat Rapid Test

Penerimaan CPNS Tahun 2020 Kemungkinan Ditiadakan, Begini Penjelasan Menpan RB

Kurangi Beban Operasional, Pemkab Banyuwangi Fasilitasi Sopir Logistik Rapid Test Gratis

Salah satu bahaya yang mungkin terjadi, yaitu kristal urat dapat mengendap di ginjal dan saluran kemih hingga membentuk batu ginjal serta bisa membuat gagal ginjal akut yang mengancam jiwa.

Kristal urat juga dapat menyumbat pembuluh darah, sehingga penderita berisiko terkena penyakit jantung koroner ataupun stroke.

Menjadi lebih berisiko terkena komplikasi asam urat berbahaya, jika pengidap hiperurisemia berhubungan dengan sindrom metabolik, seperti kegemukan, diabetes mellitus, kadar kolesterol tinggi dan lemak darah tinggi.

Lalu, benarkah asam urat lebih sering serang pria daripada wanita? Mengapa bisa demikian?

Perhimpunan Reumatologi Indonesia memang pernah menulis, gout mengena 1%-2% orang dewasa dan merupakan kasus artritis inflamasi terbanyak pada pria.

Prevalensi penyakit asam urat bahkan diperkirakan antara 13,6 per 1.000 pria dan 6,4 per 1.000 wanita.

Prevalensi asam urat meningkat sesuai umur dengan rata-rata 7% pada pria umur di atas 75 tahun dan 3% pada wanita umur di atas 85 tahun.

Melansir Buku Asam Urat (2011) oleh Dr. dr. Joewono Soeroso, Sp.PD-KR, M.Sc. dan Hafid Algristian, Sp.Ked., penyakit asam urat sebenarnya tidak hanya menyerang kaum pria, tapi juga wanita.

Namun, pria memang memiliki kemungkinan lebih besar mengalami penyakit asam urat.

 Hal itu dikarenakan, tubuh wanita dapat memproduksi hormon estrogen yang bisa  menurunkan risiko penumpukan asam urat.

BREAKING NEWS: 36 Warga Perean Tabanan Dites Swab Pasca Kontak dengan Pasien Positif asal Selanbawak

Gus Sukarta Tak Terpengaruh Atas Pertemuan Prabowo-Airlangga, Tegaskan Koalisi di Bali Fleksibel

Vaksin Covid-19 Buatan Indonesia Diprediksi Tersedia di Pertengahan 2021

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved