Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Hubungan dengan China Memanas, India Beli Senjata Militer Senilai Rp 80 Triliun

Hubungan India-China merenggang setelah 20 tentara India tewas dalam "pertempuran" dengan pasukan China pada 15 Juni lalu di Lembah Galwan.

Tayang:
Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa/Wikipedia
ILUSTRASI-Sukhoi 30 MKI India 

TRIBUN-BALI.COM - India memutuskan mempercepat pembelian senjata dari dalam dan luar negeri, setelah bentrokan berdarah di perbatasan yang disengketakan antara tentara India dengan China.

Hubungan India-China merenggang setelah 20 tentara India tewas dalam "pertempuran" dengan pasukan China pada 15 Juni lalu di Lembah Galwan.

Tidak jelas, apakah ada pasukan Tiongkok yang meninggal.

Dewan Akuisisi Pertahanan (DAC) India pada Jumat (3/7/2020) pekan lalu menyetujui proyek pengadaan senjata mencapai US$ 5,55 miliar atau sekitar Rp 80,47 triliun, termasuk dari domestik senilai US$ 0,44 miliar.

Untuk Pertama Kali Komisi III DPR Gelar Rapat Dengar Pendapat di Gedung KPK

Tips dan Sedikit Usaha agar Bisa Tidur Lebih Cepat

Termasuk Tas Belanja, 6 Peralatan Dapur Ini Sebaiknya Dijemur di Bawah Sinar Matahari

 DAC adalah badan di bawah naungan Departemen Pertahanan.

“Dalam situasi saat ini dan kebutuhan untuk memperkuat angkatan bersenjata guna mempertahankan perbatasan kami, dan sejalan dengan seruan Perdana Menteri kami untuk Atma Nirbhar Bharat (India yang mandiri), DAC, dalam pertemuan 2 Juli di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan Rajnath Singh, memberikan persetujuan untuk akuisisi modal berbagai platform dan peralatan yang dibutuhkan oleh angkatan bersenjata India," kata Kementerian Pertahanan India dalam sebuah pernyataan.

"Proposal dengan perkiraan biaya US$ 5,55 miliar disetujui,” ujar Kementerian Pertahanan, Senin (6/7), seperti dikutip Defense News.

Berdasarkan persetujuan tersebut, India akan meningkatkan kemampuan 59 pesawat MiG-29 dan membeli 21 jet tempur itu lagi dari Rusia dengan harga sekitar US$ 1 miliar.

Selain itu, India akan memesan 12 pesawat tempur Su-30MKI buatan Rusia senilai US$ 1,53 miliar.

Pemerintah India juga menyetujui program pengembangan amunisi untuk peluncur roket multi-barel Pinaka, peningkatan persenjataan kendaraan tempur infanteri BMP-2, rudal jelajah serangan darat Nirbhay, dan rudal beyond-visual-range Astra.

Lalu, Pemerintah India sepakat melakukan pembelian darurat artileri Excalibur untuk howitzer M777 ultralight dari Amerika Serikat, sistem pertahanan udara Igla-S asal Rusia, dan rudal berpemandu anti-tank dari Israel.

Angkatan Darat kemungkinan akan membeli amunisi untuk tank T-90, kendaraan lapis baja BMP-2, senjata pertahanan udara, senjata artileri, dan senjata kecil, serta roket, rudal, juga mortir.

Sementara Angkatan Udara kemungkinan bakal membeli rudal udara-ke-udara, rudal udara-ke-darat, bom pintar, alat pertahanan anti radar dan peluru kendali alias chaff and flare, serta amunisi berpemandu dengan presisi.

Sebagai bagian dari upaya pengadaan, Menteri Pertahanan India Rajnath Singh mengunjungi Moskow pada 22-25 Juni dan bertemu dengan Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu, Wakil Perdana Menteri Yury Borisov, dan CEO Rosoboronexport Alexander Mikheev.

Ramalan Zodiak Karier 8 Juli 2020, Scorpio Percaya Pada Intuisi, Sagitarius Cukup Sukses

Jelang Pilkada, Bawaslu Pusat Kunjungi Bawaslu Gianyar

Satlantas Polres Badung Catat Dari Awal Tahun Ratusan Orang Alami Kecelakaan Lalulintas

Melansir  Defense News, seorang pejabat Kementerian Pertahanan mengatakan, India meminta pasokan langsung suku cadang untuk pesawat tempur Su-30MKI, kapal selam kelas Kilo, dan tank T-90.

Selain itu, pembelian darurat rudal dan amunisi khusus untuk jet tempur, tank, kapal perang, dan kapal selam.

Pejabat Kementerian Pertahanan lainnya menyebutkan, Pemerintah India berencana menandatangani kontrak pertahanan dengan Rusia senilai US$ 800 juta untuk membeli senjata dan suku cadang.(*)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved