Breaking News:

Corona di Bali

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Buleleng Tutup Pos Sekat di Desa Tembok

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng mulai menutup pos sekat yang ada di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Sekda Buleleng, Gede Suyasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng mulai menutup pos sekat yang ada di Desa Tembok, Kecamatan Tejakula.

Penutupan ini dilakukan mengingat mobilitas masyarakat di daerah tersebut cenderung rendah, serta kasus penyebarannya nyaris tidak ada.

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa pada Kamis (9/7/2020) mengatakan, saat ini pos sekat hanya difokuskan ke Labuan Lalang, Desa Sumberklampok, Kecamatan Gerokgak.

Mengingat di wilayah tersebut mobilitas penduduknya cukup tinggi, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan penyebaran virus corona di wilayah Buleleng.

Seperti diketahui, Pos Sekat ini dibangun untuk memastikan para pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah Buleleng bebas dari Covid-19.

Update Covid-19 di Bali - Pasien Sembuh Melonjak 92 orang, Total Sembuh 1.171 Orang

Tak Main-main, Hingga Juli 2020 71 Ribu Orang Idap Penyakit ini, Bali Tertinggi Kedua

Gelar Program Tinc Batch, Telkomsel Perkuat Kolaborasi Bersama Inovator Bangun Ekosistem Digital

Di pos tersebut, masyarakat wajib menunjukan surat keterangan (suket) hasil rapid test. Jika tidak membawa suket, maka pelaku perjalanan asal Buleleng akan di-rapid test di pos sekat tersebut.

Pos Sekat di Labuan Lalang akan beroperasi hingga 23 Juli mendatang.

Setelah itu, akan dievaluasi kembali oleh Gugus Tugas, apakah akan diperpanjang, atau akan ditutup seperti yang terjadi di Pos Sekat Desa Tembok.

Sementara terkait tarif rapid test-nya, dikatakan Suyasa masih gratis, khusus untuk masyarakat Buleleng.

"Kalau ada yang masuk lewat Labuan Lalang dan bukan ber-KTP Buleleng tidak akan dilayani rapid test, mereka akan diminta cari rapid test sendiri baru boleh masuk ke Buleleng. Sementara Pos Sekat di Desa Tembok, ditutup karena mobilitas masyarakat di wilayah itu rendah, dan tidak ada kasua seirus yang menyebabkan harus diperpanjang. Di samping itu juga sekarang sudah new normal, harus rileksasi," terang Suyasa.

New Normal, BI Gencarkan QRIS Antisipasi Penularan Virus di Pulau Dewata

Termasuk Disfungsi Ereksi, Berikut 3 Gejala Diabetes yang Sering Dialami Pria

Dewan Badung Minta Gaji Pegawai Kontrak Tak Dipotong, Parwata Usul TPP Pegawai Dipotong 50 Persen

Di sisi lain, terkait kebijakan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) untuk memperpaniang Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (gelombang 2), Suyasa mengaku saat ini sedang di proses. Penerima BLT gelombang ke dua ini dipastikan adalah penerima BLT di gelombang pertama, namun dalam nominal yang lebih kecil, yakni Rp Rp 300 ribu untuk satu Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Pelaksanaan BLT gelombang ke dua ini sampai tiga bulan kedepan. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PMD, kemampuan Dana Desa bisa melakukan pembayaran itu, dan akan segera ditindaklanjuti," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved