Breaking News:

Jembatan Siangan-Pejeng Kelod Gianyar Dalam Tahap Pengukuran

Jembatan penghubung Desa Siangan, Gianyar dan Pejeng Kelod, Tampaksiring saat ini masih tahap persiapan pembangunan fisik.

Istimewa
Foto: Pihak kontraktor tengah melakukan pengukuran sebelum pembangunan fisik jembatan Desa Pejeng Kelod – Siangan, Jumat (10/7/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Jembatan penghubung Desa Siangan dan Pejeng Kelod, Tampaksiring, Gianyar, Bali, saat ini masih tahap persiapan pembangunan fisik.

Pembangunan fisik proyek senilai Rp 11 miliar lebih ini ditargetkan pekan depan.

Sebab, sebelum pembangunan dimulai, pihak kontraktor harus menebang pohon beringin besar yang berada di lokasi proyek.

Tak hanya itu, tahap pengukuran yang masih berlangsung saat ini, membutuhkan waktu yang relatif lama.

Ramalan Zodiak 11 Juli 2020, Taurus Menjalani Hari yang Bahagia, Pisces Akan Mengalami Situasi Sulit

500 UMKM di Buleleng Akan Terima Bantuan Stimulus

BKKBN Imbau Pasangan Muda Tunda Kehamilan Hingga 6 Bulan ke Depan, Begini Sebabnya

Pantauan Tribun Bali di lokasi, Jumat (10/7/2020), pihak kontraktor sudah berada di lokasi.

Bahkan mereka sudah ada di sana sejak beberapa hari lalu, yakni melakukan penebangan pohon beringin serta melakukan pengukuran secara detail.

Sejumlah patok lokasi jembatan pun telah terpasang.

Sementara area sungai yang selama ini kerap dilintas warga, saat ini sudah tidak bisa dilalui karena ditutup ranting-ranting pohon yang ditebang.

Menariknya, pihak kontraktor tidak sembarangan dalam menebang pohon beringin tua tersebut.

Dimana sebelum menebang, terlebih dahulu mereka memindahkan pelinggih dan penghuni niskala yang tepat lain.

Hal tersebut untuk mengindari hal yang tidak diinginkan saat proses pembangunan dan saat jembatan sepanjang 35 meter digunakan oleh masyarakat.

“Saat ini masih tahap pengukuran. Pengukurannya ini butuh waktu, karena harus detail sekali. Untuk pekerjaan fisiknya, astungkara, minggu depan sudah dimulai,” ujar pengawas di lapangan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Pernataan Ruang (PUPR) Gianyar, Wayan Karya mengatakan, target rampungnya jembatan tersebut pada pertengahan Desember 2020.

Pihaknya pun memastikan bahwa pengerjaan jembatan ini akan sesuai dengan harapan.

“Ini merupakan jembatan yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Astungkara, Desember ini sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. Sehingga masyarakat tidak perlu lagi menerobos sungai,” tandasnya. (*).

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved