Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Bali

Turunkan Suku Bunga, DPD REI Bali Harapkan Perbankan & Otoritas Permudah Syarat Sektor Properti

Selain sektor pariwisata, sektor properti juga terkena dampak dari penyebaran virus Covid-19 di dunia.

Tayang:
Tribun Bali/AA Seri Kusniarti
Suasana Ketua REI Bali saat melakukan webinar dengan perbankan dan BI Serta OJK melalui aplikasi Zoom 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Selain sektor pariwisata, sektor properti juga terkena dampak dari penyebaran virus Covid-19 di dunia.

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 hanya 2,97 persen (yoy).

BI memperlihatkan perlambatan ekonomi memerah di seluruh wilayah Indonesia, kecuali Papua dan Kalimantan Selatan yang masih hijau karena didorong kinerja pertambangan.

“BI memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020, diperkirakan 0,9-1,9 persen saja,” jelas Kepala Grup Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI, Rizki Ernadi Wimanda, dalam webinar via Zoom bertajuk 'Kebijakan Perbankan di Masa New Normal Terhadap Dunia Properti di Bali' Selasa (14/7/2020).

BI juga mencatat non performing loan (NPL) pada April 2020, masih terpantau naik.

Made Subrata Harapkan Dukungan Sang Kakak Usai Dapat Rekomendasi Golkar di Pilkada Bangli 2020

Wisatawan Domestik Mulai Berkunjung ke Taman Edelwis Karangasem

Terbanyak Selama Pandemi, 18 Pasien Covid-19 Dinyatakan Sembuh di RSUD Klungkung

Khusus untuk sektor konstruksi NPL naik dari 3,83 persen pada Maret 2020, menjadi 3,93 persen pada April 2020.

Selain Indonesia, BI mencatat ekonomi Bali cukup terpuruk akibat Covid-19 ini.

“Khusus pertumbuhan penyaluran KPR cenderung melambat sejak awal tahun 2020, walau demikian NPL perbankan masih terjaga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada triwulan I-2020, perlambatan harga properti residensial sudah dialami beberapa negara di Asia seperti Thailand dan Singapura.

Perkembangan harga properti residensial pada triwulan I-2020, di Denpasar masih menunjukkan peningkatan terutama bersumber dari meningkatnya harga rumah tipe kecil.

“Metode penjualan mayoritas memanfaatkan fasilitas KPR sekitar 50 persen,” sebutnya.

BI mencatat perkembangan harga properti residensial pasar sekunder untuk wilayah Denpasar dan Kuta Selatan menunjukkan perlambatan.

Penyebaran Covid-19 memperdalam perlambatan ini.

BI Pun mengambil sikap dengan menurunkan BI 7DRR 25 bps, kemudian suku bunga deposit facility turun 25 bps, dan suku bunga lending facility turun 25 bps.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved