Virus Corona
Inggris Bongkar Jaringan Mata-mata Rusia yang Curi Data Riset Vaksin Corona, Ini Respon Moskow
Tak main-main dari hasil analisis lembaga NSCS, target pencurian oleh jaringan spionase Rusia mengkhususkan pada lembaga yang tengah mengembangkan
Peretas disebut menggunakan malware seperti WellMess dan WellMail untuk mengunggah dan mengunduh berkas dari sistem yang terinfeksi.
Mereka juga dikatakan telah menjebak orang-orang agar menyerahkan data-data login melalui spear-phishing.
Email phishing dirancang untuk menipu penerima agar memberikan informasi pribadi mereka. Kemudian spear-phishing adalah bentuk serangan yang tertuju pada target dam dirancang untuk mengelabui individu tertentu.
Sering kali surel tersebut tampaknya berasal dari kontak terpercaya, dan mungkin juga menyertakan beberapa informasi pribadi untuk membuatnya lebih meyakinkan.
Akan tetapi seorang pakar keamanan siber menuturkan, Rusia tidak mungkin menjadi satu-satunya yang terlibat dalam upaya pencurian ini.
"Mereka punya banyak orang, kami punya banyak orang, Amerika punya lebih banyak orang, seperti halnya orang China," ucap Prof Ross Anderson dari Laboratorium Komputer Universitas Cambridge, mengatakannya pada BBC.
"Mereka semua selalu mencoba mencuri barang semacam ini."
Siapakah Cozy Bear?
NCSC menyebut kelompok peretas ini bernama APT29, yang juga dikenal dengan The Dukes atau Cozy Bear.
Mereka lebih dari 95 persen yakin bahwa kelompok itu adalah bagian dari badan intelijen Rusia.
Cozy Bear pertama kali diidentifikasi sebagai "ancaman" yang signifikan pada 2014, menurut perusahaan keamanan siber AS, Crowdstrike.
Mereka menerangkan kelompok ini "agresif" dan "sering mengubah pengaturan alat".
Cozy Bear sebelumnya sempat terlibat peretasan Komite Nasional Demokratik AS (DNC) dalam pemilu 2016.
Kemudian pada 2017 mereka menyerang Partai Buruh Norwegia, Kementerian Pertahanan dan Asing, serta layanan keamanan nasional negara itu.
(Aditya Jaya Iswara)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terungkap, Ini Profil Mata-mata Rusia yang Hendak Curi Penelitian Vaksin Covid-19"