Breaking News:

Ngotonan Mobil saat Tumpek Landep?

Ada yang bilang kendaraan diotonin saat Tumpek Kuningan karena wahana. Ada juga yang mengatakan kendaraan sebagai senjata sehingga diupacarai saat

Tribun Bali/Ida Ayu Made Sadnyari
Ilustrasi Upacara Tumpek Landep 

Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda dalam Dharma Wacananya mengingatkan, peruncinglah terus senjata kita (manah) sehingga bisa menghadapi AGHT (Ancaman Gangguan Hambatan dan Tantangan).

Inilah filosofi Tumpek Landep. Sebetulnya Tumpek Landep ngotonin sarwa landep, seperti senjata keris, tombak dan senjata lainnya.

Dalam perkembangannya, mulai mengupacarai alat-alat industri.

Ada yang bilang kendaraan diotonin saat Tumpek Kuningan karena wahana.

Ada juga yang mengatakan kendaraan sebagai senjata sehingga diupacarai saat Tumpek Landep.

Disebut senjata karena dapat mempercepat proses.

Bagaimanapun kendaraan itu adalah turunan dari ilmu pengetahuan.

Jika tidak ada pengetahuan, bagaimana bisa besi bisa berjalan?

Di Masa Pandemi Bekerja dan Kehidupan Pribadi Terasa Tanpa Sekat, Bagaimana Menyeimbangkannya?

Mandra Ungkap Riwayat Sakit Omas Sebelum Meninggal, Ada Komplikasi, Diabetes Dan Sakit Paru-paru

Ida Pandita menegaskan, tidak salah jika umat ngotonin motor dan mobil saat Tumpek Landep.

“Tumpek landep kita maknai mempertajam senjata kita, yaitu manah. Manah menjadi panah. Panah itu senjata yang runcing. Ini turunannya menjadi mobil dan lain sebagainya sehingga tidak salah umat  ngotonin mobil atau kendaraan lainnya saat Tumpek Landep,” jelas Ida Pandita yang tinggal di Griya Mumbul Sari, Perumahan Serongga Permai Blok B 33/34 Gianyar.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved