Breaking News:

STMIK Primakara Sediakan Studio Khusus Bagi Mahasiswa yang Miliki Start Up

Studio itu dipersiapkan guna mendukung keberlangsungan usaha mahasiswa di era pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang lebih banyak dilakukan

Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Primakara I Made Artana memberikan sambutan saat acara launching dan bedah buku Millenial Wajib Kaya di kampusnya, Jum'at (24/7/2020) 

Laporan Jurnalis Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Primakara menyediakan studio khusus bagi mahasiswa yang memiliki start up.

Studio itu dipersiapkan guna mendukung keberlangsungan usaha mahasiswa di era pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang lebih banyak dilakukan dalam jaringan (daring) atau online.

Ketua STMIK Primakara, I Made Artana mengatakan, studio untuk mahasiswa pemilik startup ini merupakan salah satu dukungan yang diberikan selain melalui inkubator bisnis.

"Jadi kita tiba-tiba mensetup studio untuk men-support anak-anak. Jadi yang mau foto produk, yang mau live, yang mau macam-macam terkait dengan usahanya itu kita siapkan tempat," kata Arta saat ditemui di kampusnya saat launching dan bedah buku Millenial Wahib Kaya, Jum'at (24/7/2020) pagi.

Lewat Buku, Dosen STMIK Primakara Kisahkan Mahasiswanya Raih Omzet Ratusan Juta di Tengah Pandemi

Selama di Bali, Buronan Interpol Ini Produksi Film Porno dan Jual Alat Bantu Seks

BREAKING NEWS: Polda Bali Berhasil Tangkap Buronan Interpol Asal Amerika

Artana memahami bahwa dalam melakukan penjualan melalui online, salah satu fasilitas yang dibutuhkan yakni mengenai foto produk, apalagi jika yang dijual melalui online tersebut berupa fashion.

 "Mereka butuh model dan lain sebagainya, mereka butuh studio yang representatif, ini kita setup langsung.

Termasuk anak-anak suka bikin podcast dan lain sebagainya, itu kita siapkan langsung," jelasnya.

Ia mengatakan, mahasiswa STMIK Primakara yang mempunyai startup mempunyai hak istimewa untuk datang ke kampus.

Hal itu diberikan karena mahasiswa tersebut memang memakai kampus sebagai tempat berkumpul.

Oleh karena itu, pihaknya memberikan izin khusus bagi mereka untuk melakukan kegiatan di kampus.

Sementara untuk mahasiswa yang lain sudah tiga bulan tidak boleh datang ke kampus.

Mereka baru diizinkan ke kampus sekitar sejak satu bulan ini dan itu pun dalam jumlah yang sangat terbatas.

"Jadi sebelum ke kampus, satu harinya mereka harus mengajukan izin terlebih dahulu karena kita mau menentukan jumlahnya tidak lebih dari 25 orang," tuturnya. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved