Breaking News:

Kembali Terjerat Kasus Narkoba, Juliantara Diganjar Enam Tahun Penjara

Residivis kasus narkoba, Juliantara dinyatakan bersalah karena menguasai tujuh paket sabu

KOLASE TRIBUN BALI
Ilustrasi sabu-sabu di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Residivis kasus narkoba, I Nengah Juliantara alias Gatep (30), harus kembali merasakan pengapnya sel tahanan Lapas Kerobokan.

Pasalnya, majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar mengganjarnya dengan pidana penjara selama enam tahun.

Juliantara dinyatakan bersalah karena menguasai tujuh paket sabu.

Demikian disampaikan majelis hakim dalam amar putusannya di sidang yang digelar secara virtual.

Terhadap putusan itu, terdakwa yang didampingi tim penasihat hukumnya dari Pos Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar menyatakan menerima.

Disisi lain, Jaksa Penuntut Umum (JPU) masih pikir-pikir atas putusan itu.

Sebelumnya dalam surat tuntutan, Jaksa Putu Oka Surya Atmaja menuntut Juliantara dengan pidana penjara selama sembilan tahun.

Sementara dalam amar putusan majelis hakim menyatakan, terdakwa kelahiran Denpasar, 29 Juli 1990, ini terbukti bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman.

Juliantara pun dijerat Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa I Nengah Juliantara alias Gatep dengan pidana penjara selama enam tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan," tegas Hakim Ketua Esthar Oktavi.

Halaman
12
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved