Breaking News:

Corona di Bali

Terapi Uap Arak Bali & Ekstrak Limau Bisa Sembuhkan Pasien Covid-19 ? Begini Penjelasan Ahli

Pemerintah Provinsi Bali tengah berupaya mengembangkan ramuan dengan bahan dasar arak yang dicampur dengan berbagai rempah lain untuk mengobati pasien

Pixabay via Nakita.id
Ilustrasi ramuan tradisional 

Laporan Wartawan Tribun Bali, M. Fiadian Sani

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pemerintah Provinsi Bali tengah berupaya mengembangkan ramuan dengan bahan dasar arak yang dicampur dengan berbagai rempah lain untuk mengobati pasien positif Covid-19.

Bukan untuk dikonsumsi, arak Bali itu dicampur bersama ekstrak limau dan minyak kayu putih agar dapat dihirup.

Kata dia ramuan itu dikemas dalam bentuk larutan dan dibuat di Desa Tiga, Kecamatan Susut, Kabupaten Bangli, Bali.

Sebagai tahap pengembangan, ramuan Covid-19 berbahan dasar arak ini sudah mulai diteliti untuk memastikan keefektifannya dalam penyembuhan.

Ketua Peneliti Riset Ramuan Arak tersebut adalah Prof I Made Agus Gelgel Wirasuta yang juga seorang ahli Toksikologi.

Ia mengatakan jika ramuan ini sudah mulai diuji coba pada tanggal 1 Juli 2020 lalu kepada pasien Covid-19, dan ia mengklaim kesembuhan pasien Covid-19 semakin cepat.

"Sesuai yang kita amati pasien itu mulanya sembuh dengan waktu yang bervariasi, rata-rata jumlah kesembuhan mereka 10 hari. namun dengan ramuan ini bisa 3 hari saja," katanya dihubungi Tribun Bali, Sabtu (25/7/2020) malam.

Dengan begitu ia menyimpulkan jika ramuan ini bekerja 70 persen untuk kesembuhan sang pasien.

Meski terbuat dari bahan tradisional dan tidak memiliki efek samping, kata dia tidak semua pasien covid bisa diberi ramuan ini.

"Kami berikan ini khusus pasien covid tanpa gejala atau selama ini dikenal dengan OTG," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: M. Firdian Sani
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved