Breaking News:

Corona di Bali

Forensik RSUD Buleleng Kini Sudah Bisa Melakukan Dinsinfeksi Jenazah Pasien Covid-19

Suyasa menyebut, berdasarkan revisi ke lima Permenkes, jenazah covid-19 hendaknya sudah dikubur atau dikremasi dalam kurun waktu 24 jam

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Pihak rekanan saat melakukan proses pemasangan sejumlah alat untuk ruang khusus tindakan disinfeksi di ruang jenazah RSUD Buleleng. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Bagian Forensik RSUD Buleleng kini sudah mampu melalukan tindakan disinfeksi terhadap jenazah positif covid-19.

Disinfeksi merupkan tindakan pemberian sejumlah bahan kimia terhadap tubuh jenazah, sehingga peluang untuk menularkan virus covid-19 terhadap orang lain dapat ditekan.

Sekda Buleleng, juga sebagai Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Gede Suyasa dikonfirmasi Jumat (31/7/2020) mengatakan, upaya untuk melakukan disinfeksi terhadap jenazah covid-19 ini sudah mendapatkan persetujuan dari Gugus Tugas Provinsi Bali.

Suyasa menyebut, berdasarkan revisi ke lima Permenkes, jenazah covid-19 hendaknya sudah dikubur atau dikremasi dalam kurun waktu 24 jam.

Pemprov Bali Belum Pasang Target Kunjungan di Hari Pertama Pembukaan Pariwisata untuk Wisdom

Alami Resesi, Pemulihan Ekonomi AS Diprediksi Akan Jadi Lebih Lambat, Ini Alasannya

Segini Batas Aman Konsumsi Daging untuk Cegah Hipertensi

Namun di Bali, hal tersebut kadang tidak bisa dilakukan, mengingat berdasarkan tradisi umat Hindu, proses penguburan atau kremasi harus berdasarkan dewase (hari baik).

Untuk itu lah, pihaknya mengusulkan kepada Gugus Tugas Provinsi Bali, agar diizinkan melakukan proses disinfeksi terhadap jenazah covid-19, yang tidak bisa dikubur atau dikremasi dalam kurun waktu 24 jam.

"Usulan kami sudah disetujui oleh Gugus Tugas Provinsi. Jadi mulai saat ini proses disinfeski jenazah covid-19 sudah bisa dilakukan oleh tim Forensik RSUD Buleleng. Disinfeksi ini juga harus dilakukan terhadap jenazah yang ingin dititipkan sementara waktu di RSUD Buleleng, karena pihak keluarga masih mencari dewase. Namun  jenazah hanya boleh dititipkan selama tiga hari," jelas Suyasa.

Imbuh Suyasa, untuk melakukan proses disinfeksi terhadap jenazah covid-19, menggunakan ruangan khusus  bertekanan negatif, serta dilengkapi dengan exhaust agar virus tidak menyebar ke lingkungan sekitar.

Ruangan tersebut sudah disediakan di dalam ruang jenazah RSUD Buleleng.  Penyediaan sarana dan prasaran untuk proses disinfeksi ini menggunakan dana dari RSUD Buleleng, mengingat rumah sakit tersebut berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Terpisah, Dokter Forensik RSUD Buleleng, Klarisa Halim menjelaskan, meski pasien covid-19 telah meninggal dunia, jenazahnya masih bisa menularkan virus corona kepada orang lain, lewat cairan yang keluar dari tubuh jenazah. Oleh karena itu melalui disinfeksi ini, pihaknya melakukan tindakan membersihkan tubuh jenazah, serta memasukan beberapa bahan kimia ke tubuh jenazah agar peluang terjadinya penularan virus sangat sedikit.

"Ada beberapa cairan bahan kimia yang kami masukan ke tubuh jenazah. Kandungan dan kadar cairannya juga berbeda-beda. 

Lubang hidungnya juga kami bersihkan, serta cairan yang ada ditubuh jenazah juga harus dikeluarkan," terangnya.

Klarisa pun menyebut, sejatinya tindakan disinfeksi ini bisa dilakukan oleh pihaknya terhadap jenazah dalam jumlah yang banyak.

Namun yang bisa dititipkan di RSUD Buleleng hanya  4 jenazah, mengingat ruangan yang dimiliki tidak terlalu luas.

Ruang Tamu Bisa Terlihat Rapi dan Bersih Hanya dengan Membereskan 3 Barang Ini

Tumbuh 17 Persen, Bandara Ngurah Rai Catat Telah Layani 17.757 Penumpang Sepekan Terakhir

Alasan Anita dan Kiara Berlibur ke Bali di Tengah Pandemi Covid-19 

 "Jika jenazah sudah disinfeksi, kami tidak bisa menyimpannya di ruang pendingin, dan tidak bisa dicampur dengan jenazah umum lainnya. Oleh karena itu jenazah kami letakan di tempat khusus yang sudah disiapkan, di bungkus dengan baik. Jika jenazah hasil swab sudah positif, kami tidak sarankan untuk dimandikan di rumah duka. Pihak keluarga bisa ikut memandikan jenazahnya di rumah sakit, dengan syarat harus menggunakan APD lengkap," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved