Breaking News:

Segini Batas Aman Konsumsi Daging untuk Cegah Hipertensi

Untuk mencegah terjadinya hipertensi, seseorang salah satunya harus selalu menerapkan pola makan yang sehat, termasuk mengontrol batas konsumsi daging

Gambar oleh Shutterbug75 dari Pixabay
Foto ilustrasi daging panggang 

TRIBUN-BALI.COM - Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi yang tak boleh diabaikan begitu saja.

Bagaimana tidak, hipertensi merupakan faktor risiko utama dari perkembangan penyakit jantung dan stroke.

Hipertensi juga kerap disebut sebagai “the silent diseases” karena kerap tidak memiliki tanda-tanda atau gejala yang dapat dilihat dari luar. Perkembangan hipertensi berjalan secara perlahan, tapi secara potensial bisa sangat berbahaya.

Untuk mencegah terjadinya hipertensi, seseorang salah satunya harus selalu menerapkan pola makan yang sehat, termasuk mengontrol batas konsumsi daging per hari.

Beasiswa S1 untuk Mahasiswa Berprestasi se-Indonesia dari Bank CIMB Niaga

Berikut Obat Herbal yang Berkhasiat Turunkan Kolesterol Tinggi

Fetisme Gilang dalam Pandangan Psikososial

Pertimbangkan kandungan lemak jenuh dalam daging

Di Indonesia, selama ini berkembang anggapan bahwa daging kambing dapat menyebabkan hipertensi.

Hal itu memang benar adanya, tapi jika daging kambing dikonsumsi secara berlebihan atau diolah kurang sehat.

Tak hanya daging kambing, konsumsi jenis daging lain, seperti daging sapi, daging domba, maupun ayam pada dasarnya juga bisa memicu darah tinggi apabila dilakukan secara sembarangan.

Melansir Live Strong, meski kaya akan protein dan nutrisi lain yang diperlukan tubuh, daging, termasuk daging sapi, kambing, maupun ayam tetap saja mengandung lemak jenuh.

Kandungan lemak jenuh itulah yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi meningkat.

Halaman
1234
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved