Breaking News:

Berita Banyuwangi

Progres Capai 93 Persen, Bupati Banyuwangi Cek Pembangunan Pabrik Kereta

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengunjungi lokasi pembangunan pabrik kereta api terbesar di Asia, PT Steadler INKA Indonesia (SII)

Surya/Haorrahman
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengunjungi lokasi pembangunan pabrik kereta api terbesar di Asia, PT Steadler INKA Indonesia (SII), di Kecamatan Kalipuro, Selasa (4/8/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengunjungi lokasi pembangunan pabrik kereta api terbesar di Asia, PT Steadler INKA Indonesia (SII), di Kecamatan Kalipuro, Selasa (4/8/2020).

Anas ingin memastikan, keberadaan industri yang tahun depan beroperasi itu bisa menjadi pendorong pemulihan ekonomi di Banyuwangi setelah dampak dari pandemi Covid-19.

”Industri kereta api ini kembali berjalan terus, setelah sempat tertunda karena pandemi. Dari penjelasan manajemen PT INKA, pembangunan fisik tuntas Oktober 2020, lalu dilanjutkan instalasi mesin, uji operasi, commissioning, ditargetkan beroperasi tahun depan,” ujar Anas.

”Ini akan membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan mempercepat pemulihan ekonomi warga Banyuwangi,” imbuh Anas.

Kerap Terdapat Tumpahan Solar, Penyelidikan di Backup Satreskrim Polres Gianyar

Pasien Positif Covid-19 di Buleleng Bertambah Empat Orang

Kena Sanksi Adat, Krama Desa Adat Jro Kuta Mengadu ke Bupati Gianyar

Industri kereta api itu dikembangkan PT SII (Stadler INKA Indonesia), yang merupakan perusahan kongsi (joint venture) antara BUMN PT INKA dan perusahaan kereta api dunia Stadler Rail Group dari Swiss.

Pabrik di Banyuwangi akan menjadi pabrik kereta terbesar di Asia Tenggara dengan investasi Rp 1,6 triliun.

Pabrik itu fokus menggarap pesanan ekspor kereta ke Asia, Australia, dan Afrika.

Bupati Anas mengatakan, penciptaan lapangan kerja baru sangat diperlukan sebagai upaya pemulihan ekonomi.

”Bersama sektor pertanian, pariwisata, perikanan, UMKM, dan sebagainya; kehadiran industri kereta api ikut mendorong pemulihan ekonomi, bahkan bukan hanya ekonomi lokal, tapi juga nasional berkaitan dengan daya saing ekspor industri manufaktur Indonesia,” papar Anas.

“Harapan kami, banyak tenaga kerja Banyuwangi terserap. Apalagi sudah ada sejumlah SMK dan Politeknik Banyuwangi yang memiliki jurusan yang cukup relevan dengan kebutuhan perkeretaapian,” lanjutnya.

Halaman
12
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved