Breaking News:

Kena Sanksi Adat, Krama Desa Adat Jro Kuta Mengadu ke Bupati Gianyar

Desa Adat Jro Kuta,memberikan sanksi adat pada krama yang melaporkan proses pensertifikatan tanah teba (belakang rumah) atas nama desa adat

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Foto: Sejumlah krama Desa Adat Jro Kuta, Desa Pejeng, Tampaksiring saat mendatangi kantor Bupati Gianyar, Selasa (4/8/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR–Desa Adat Jro Kuta, Desa Pejang, Tampaksiring, Gianyar, Bali, akhirnya benar-benar memberikan sanksi adat pada krama yang melaporkan proses pensertifikatan tanah teba (belakang rumah) atas nama desa adat.

Sanksi adat ini telah dikeluarkan 1 Agustus 2020 untuk dua orang krama, dengan bentuk sanksi kanorayang (dinonaktifkan sebagai anggota adat).

Karena itu, krama lainnya yang searah dengan dua krama yang dikenakan sanksi tersebut mengadu ke Bupati Gianyar, Selasa (4/8/2020).

Saat mengadu ke Bupati Gianyar, Made Mahayastra yang hadir hanya belasan orang, dari puluhan orang yang memprotest kebijakan desa adat mensertifikatkan tanah teba atas nama desa adat.

Anggaran Terbatas, 12 Desa di Buleleng Tak Mampu Salurkan BLT Dana Desa Gelombang Kedua

Grab Hadirkan 5 Solusi #TerusUsaha di Bali untuk Dorong Digitalisasi UMKM

Libur Idul Adha 2020, Pergerakan Penumpang Domestik di Bandara Ngurah Rai Capai 20 ribu Orang

Dalam pertemuan tersebut diungkapkan, dari 40 an warga yang menolak pensertifikatan tersebut, yang dikenakan sanksi hanya dua krama, yakni I Made Wisna dari Banjar Guliang dan Ketut Suteja dari Banjar Intaran.

Hal itu dikarenakan dua orang tersebut yang namanya tercantum dalam laporan polisi.

Sanksi tersebut telah ditetapkan 1 Agustus lalu.

Realisasi dari sanksi tersebut pun sudah dirasakan warga yang bersangkutan, dimana saat mereka ngayah di pura, mereka langsung dipulangkan dari kegiatan tersebut.

“Kami sudah dinonaktifkan. Tidak lagi mendapatkan hak dan pelayanan adat, " ujar I Made Wisna.

Karena itu, Wisna meminta bantuan Bupati Gianyar supaya memfasilitasi hal tersebut.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved